Edisi 20-06-2017
Densus Tangkap 2 Pengikut JAD


MALANG – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kemarin menangkap dua orang yang diduga terlibat kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) pimpinan Abu Jandal.

Sekitar pukul 08.40 WIB, Densus 88 menangkap Syahrul Munif (SM), 35, warga Jalan Wijaya No 11 A, RT 07 RW 03, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. SM diduga terlibat dalam jaringan JAD dan pernah bergabung dengan Negara Islam Irak-Syiria (ISIS) di Suriah pada kurun 2013-2014. Penangkapan yang dilanjutkan penggeledahan rumah sekitar pukul 12.30 WIB sempat membuat warga geger. Mereka mengaku tidak menyangka SM terlibat jaringan teroris.

“Kami tidak tahu kalau beliaunya terlibat ISIS,” ujar Slamet Riyadi, Ketua RT 07 RW 03, Kelurahan Pagentan. Sudah dua tahun terakhir SM tinggal bersama keluarganya di rumah kontrakan tersebut. Menurut Slamet, saat pertama kali datang mengontrak rumah di Jalan Wijaya itu, SM datang ke rumahnya untuk melapor. “Orangnya baik, tetapi jarang berkumpul bersama warga di lingkungan sini,” ungkapnya. Sukamto, 64, tetangga SM, mengaku beberapa kali melihat banyak tamu yang datang ke rumah SM. Mereka melakukan kegiatan yang tidak diketahuinya, kadang hingga beberapa hari.

”Kalau ada kegiatan ramai, banyak sepeda motor yang parkir di jalan depan rumahnya,” ungkapnya. Sukamto pernah sekali masuk ke dalam rumah yang juga menjadi tempat bisnis jual beli baju dan buku-buku sekolah tersebut. Kira-kira sebulan lalu, dia mendengar suara perempuan berteriak ada rampok dari dalam rumah. “Istrinya teriak minta tolong, katanya ada rampok. Saat terduga pelaku rampoknya ditangkap dibawa ke koramil, ternyata hanya salah paham terkait kegiatan jual beli baju,” katanya.

Menurut Sukamto, tidak ada yang mencurigakan di dalam rumah SM. Kondisinya biasa saja, seperti rumah warga yang lain. Yang menonjol adalah banyaknya barang dagangan. Tidak ada yang mencurigakan, kondisinya seperti rumah keluarga biasa, yang banyak dipenuhi barang dagangan. Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengungkapkan, keberadaan SM di Suriah juga terdeteksi di media sosial YouTube. Dalam video yang beredar melalui akun Mujahid Indonesia tersebut, SM mengenakan kaos lengan panjang warna biru muda bertuliskan Indonesian Army. Di sana SM berperang dalam barisan ISIS bergabung dengan Abu Jandal yang dikenal sebagai salah satu panglima ISIS.

SM diduga berkaitan dengan Helmi Alamudi, Abdul Hakim Munabari, dan Junadi, tiga orang jaringan ISIS di Kota Malang yang telah ditangkap pada akhir Maret 2015. Yade menyebutkan, dalam penggeledahan yang dilakukan Densus 88 ditemukan buku tabungan dan dokumen-dokumen perjalanan SM ke Suriah. “Berdasarkan pengakuan SM, berangkat ke Suriah melalui jalur Surabaya, Jakarta, Malaysia, Turki, lalu menggunakan jalan darat ke Suriah. Di sana dijanjikan dibayar puluhan juta setiap bulan, tetapi kenyataannya hanya dibayar Rp600.000/bulan,” ungkapnya.

Selain SM, Densus 88 juga menangkap Agus Trimulyono, 37, alias Pak Gun alias Pak Jenggot, warga Jalan Tanah Merah II, Kelurahan Tanah Kalikedinding, Surabaya. Agus yang dikenal sebagai pedagang sayur keliling itu ditangkap setelah menunaikan salat zuhur di Masjid Umar, tak jauh dari rumahnya sekitar pukul 11.50 WIB. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, Densus 88 Mabes Polri menangkap dua terduga teroris di area Jawa Timur yaitu di Malang dan Surabaya. “Dua orang ini diduga teroris jaringanAbuJandal, SahrulMunip ditangkap sekitar pukul 07.30 WIB dan Agus ditangkap sekitar pukul 11.30 WIB,” ujar Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Dari rumah Agus, Tim Densus 88 berhasil mengamankan beberapa alat komunikasi juga buku-buku terkait jaringan terorisme. Petugas akan sampaikan lebih lanjut terkait perkembangannya. Budi Slamet, 40,tetangga korban mengatakan,dirinya tidak menduga jika Pak Agus yang setiap harinya menjajakan sayur itu ditangkap Polisi karena diduga pelaku teroris. “Orangnya baik, sering salat ke masjid. Dia disini tinggal bersama istri dan keempat anaknya,” ucap Budi.

Senada dengan Budi, M Najib, 40, juga mengatakan, Pak Jenggot juga sering terlihat keluar rumah beli sayur, dirinya tidak menduga jika tetangga yang sudah tinggal sekitar satu tahun itu diduga teroris. SM dan Agus telah dibawa ke Mabes Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Yuswantoro/ yosef naiobe/ rachmad tomy

Berita Lainnya...