Edisi 20-06-2017
700 Personel Siap Amankan Mudik


SUKOHARJO – Polres Sukoharjo bersama petugas gabungan lainnya siap mengamankan arus mudik Lebaran ini.

Rencananya, petugas gabungan yang terlibat pengamanan sebanyak 700 personel. Hal itu terungkap dalam apel Operasi Ramadniya Candi 2017 di halaman Setda Pemkab Sukoharjo kemarin. Para petugas tersebut akan diterjunkan di sejumlah Pospam dan pos-pos lainnya. “Semua petugas akan dilibatkan pengaturan lalu lintas mengatur kendaraan selama mudik dan balik Lebaran. Petugas juga mengantisipasi munculnya kerawanan aksi teroris,” kata Wakapolres Sukoharjo Kompol M Ifan Hariyat usai memimpin apel gelar pasukan. Ifan melanjutkan, total personel internal dari Polres Sukoharjo yang diterjunkan melakukan pengamanan arus mudik Lebaran sebanyak 435 orang.

Secara keseluruhan bersama petugas gabungan lintas instansi sebanyak 700 orang. Seluruh personel tersebut baik dari Polri, TNI, petugas Dinas Perhubungan (Dishub), petugas Dinas Kesehatan, organisasi masyarakat (Ormas), Pramuka, PMI, dan lainnya. Wakapolres mengatakan, petugas gabungan tersebut langsung disebar di Pos Pengamanan (Pospam) yang telah ditentukan. Paling banyak penempatan petugas di wilayah Kecamatan Kartasura. “Tiga dari total enam Pospam dibangun di wilayah Kecamatan Kartasura sebagai fokus utama pengamanan mudik Lebaran 2017,” ujar Ifan.

Tiga Pospam di wilayah Kartasura masing-masing Pospam 1 dibangun di Ngasem, Kartasura tepatnya di pintu keluar tol Solo-Kertosono, Pospam 2 di bekas terminal lama Kartasura, Pospam 3 di samping swalayan Goro Assalam Kartasura. Tiga Pospam lainnya, Pospam 4 di Bundaran Patung Pandawa Solo Baru, Grogol; Pospam 5 di simpang lima Sukoharjo Kota; Pospam 6 di Swalayan Mitra Mojolaban atau Bundaran Tugu Bekonang, Mojolaban. Menurut dia, Polres Sukoharjo sengaja melakukan pengamanan ekstra di Kartasura sekaligus membantu kelancaran arus mudik Lebaran setelah pembukaan tol Solo-Kertosono.

Di Kartasura diperkirakan ada peningkatan volume kendaraan pemudik, baik mobil pribadi maupun bus karena beroperasi dua pintu tol di sekitar Kartasura. “Sesuai perkiraan kami, Kartasura menjadititikpalingsemrawut karena semua kendaraan dari berbagai arah akan masuk. Kalau terjadi penumpukan, akan dilakukan rekayasa lalu lintas denganpengalihanarus,” lanjutnya. Ifan mengatakan, di masingmasing Pospam ditempatkan sebanyak 25-30 orang personel. Mereka bertugas jaga selama delapan jam secara bergantian selama satu hari penuh. “Kendaraan pemudik yang mau ke Jawa Timur harus masuk lewat tol. Kalau mau ke Solo, silakan lewat Kartasura,” katanya.

Selain arus mudik, Ifan mengaku Polres Sukoharjo dalam Operasi Ramadniya ini juga mengantisipasi munculnya kerawanan kejahatan. Petugas polisi disebar untuk melakukan pengamanan di sejumlah tempat rawan, seperti di perumahan, bank, pasar, dan lainnya. “Petugas juga melakukan antisipasi munculnya kerawanan tindak teroris. Harapannya, Kabupaten Sukoharjo aman dari aksi teror,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Djoko Indrianto mengatakan, selain menerjunkan petugas di sejumlah Pospam, pihaknya juga mengandalkan kamera CCTV untuk memantau arus lalu lintas. Saat ini, terdapat 22 kamera CCTV yang telah terpasang di sejumlah titik strategis di wilayah Sukoharjo.

“Jadi, ada petugas yang stand by melakukan pemantauan melalui kamera CCTV. Jadi, selain petugas lapangan, juga ada petugas yang memantau CCTV. Ketika dari pantauan CCTV terjadi kemacetan, akan langsung koordinasi dengan petugas lapangan agar segera membantu mengurai kemacetan,” ujarnya.

Sumarno

Berita Lainnya...