Edisi 20-06-2017
Kantor DPUPR Cirebon Dirampok


CIREBON - Pembobolan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon oleh orang tak dikenal yang diwarnai penyekapan terjadi dini hari kemarin.

Polisi mensinyalir kejahatan dilakukan orang yang mengetahui seluk beluk kantor. Berdasarkan infornasi, Kantor DPUPR dibobol sekitar pukul 00.30 WIB. Polisi berhasil mengidenti- _ kasi lima pelaku, termasuk ciri khususnya, berdasarkan keterangan satpam yang disekap saat kejadian. Kapolres Cirebon Kota AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar di sela olah tempat kejadian perkara mengungkapkan, kelima pelaku masuk ke Kantor DPUPR dengan lebih dulu menyekap dua satpam yang tengah berjaga. Tak hanya mengikat tangan dengan tali plastik, mulut kedua satpam tersebut pun dibekap dengan lakban.

"Dari sekian banyak ruangan di Kantor DPUPR, hanya lima ruangan yang dijebol para pelaku," katanya seraya menambahkan, kedua satpam berhasil melepaskan diri sekitar pukul 01.30 WIB. Kelima ruangan itu masingmasing ruang kepala DPUPR, ruang sekretaris DPUPR, ruang bagian program, ruang bagian umum, dan ruang bidang cipta karya. Dalam aksi perampokan itu, brankas kantor dibobol dan isinya berupa uang tunai sekitar Rp3 juta raib. Tak hanya itu, seluruh ruangan pun tampak berantakan diduga diacak-acak pelaku. Dari pemetaan sementara, pihaknya menduga para pelaku memahami situasi kantor tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan orang dalam.

Para pelaku setidaknya hanya mendatangi dan mengacak-acak isi ruangan yang menyimpan uang, dokumen berharga, termasuk yang dilengkapi CCTV. "Ada kemungkinan pelaku mencopot CCTV dan memutus perekamnya, baru mereka mencari sasarannya. Pelaku diduga tak hanya mencari uang karena mereka pun mengacak-acak dokumen ," ungkapnya. Polisi juga menduga para pelaku mencari item tertentu mengingat sejumlah barang berharga lain di ruangan yang mereka bobol tak disentuh. Kecuali uang dan dokumen yang diacak-acak, barang bernilai ekonomis lain yang tak tersentuh para pelaku di antaranya laptop, komputer, maupun kamera._ Dengan kondisi itu, menurutnya tak menutup kemungkinan para pelaku merupakan pihakpihak yang tak puas dengan kinerja DPUPR.

Sebagaimana diketahui, sambungnya, instansi tersebut erat terkait beragam lelang proyek yang memungkinkan ketidakpuasan salah satu pemegang tender. Bahkan, dia menyatakan telah menduga para pelaku. Hanya, tetap dibutuhkan pembuktian dari olah tempat kejadian perkara. Karenanya, polisi tetap akan mendalami peristiwa tersebut sehingga diharapkan dalam waktu dekat dapat diungkap._ "Kami sudah identi_ kasi ciriciri dan jumlah pelaku, bahkan menduga pelakunya. Tapi perlu pembuktian dari olah TKP," cetusnya.

Hingga kemarin polisi setidaknya masih memeriksa keterangan dua orang satpam sebagai saksi. Tak hanya satpam, kepala DPUPR pun turut dimintai keterangan untuk memastikan kemungkinan dokumen berharga yang hilang serta pihak-pihak yang memiliki motif. Kepala DPUPR Kota Cirebon Budi Rahardjo mengaku, masih mendata dokumen-dokumen yang kemungkinan hilang, termasuk menjumlah kerugian akibat insiden itu.

Dia pun menyatakan siap bekerjasama dengan kepolisian. "Masih kami data yang hilang dokumen apa saja. Kami siap kerjasama dengan pihak berwenang," tegasnya.

Erika lia

Berita Lainnya...