Edisi 20-06-2017
Pengembangan Sekanak Butuh Dana Rp10 Miliar


PALEMBANG - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengembangkan kawasan Sekanak Tempo Dulu atau Sekanak Kerihin masih terkendala dana. Pasalnya, kebutuhan dana diperhitungkan sekitar Rp10miliar.

“Kita akan lakukan percepat - an penataannya. Jika anggaran - nya tersedia di APBD 2018, tentu penataan bisa selesai, tapi kita ju - ga upayakan pendanaannya dari CSR,”ungkap Kepala Dinas Kebu - dayaan Kota Palembang Sudir - man Tegoeh, kemarin. Dikatakannya, pengemba - ngan Sekanak Kerihin sudah di - per kuat dengan terbitnya Per - aturan Wali Kota Nomor 16 Ta - hun 2017. Kon sep ini dalam rang ka memperta han kan ba - ngunan lama di sana. Sebab, jika tidak dibuatkan per wali, maka pasti ada bangunan baru atau membongkar bangun an lama ber se jarah di sana. Kawasan Sekanak Kerihin sen - diri adalah kawasan yang ter le tak antara Sungai Sekanak ke arah Ja - lan Depaten hingga Jalan Gede Ing Suro, yang mempunyai nilai se ja - rah era Kesultanan Pa lembang Da - russalam hingga era Kolonial Be - landadanjugamemi liki bangunanbangunan tua yang berusia lebih dari 50 tahun.

“Dengan perwali ini, Sekanak Ke rihin ditetapkan seba gai ka - was an yang dilindungi dan diles - tarik an. Setiap orang dilarang men di ri kan bangunan baru dan merubah ba ngun an yang ada di Se kanak,” terang dia. Dikatakannya, hampir 75% bangunan di kawasan ini adalah bangunan lama. Seperti Pasar Sekanak yang dibangun di tahun 1822. Kemudian, ada bioskop ter - tua di Palembang, yaitu Bios kop Rex. Ada juga gedung kantor Van Jacobson Van Den Berg & Co yang berada di simpang Seka - nak. Kemudian gudang Oeng Boen Tjit, gudang Rokok Com - mo dore dan masih banyak lagi.

“Direncanakan awal penata an pada 2017 ini, dimulai dengan pengecatan dengan warna yang dipilih cokelat, abu-abu dan pu - tih. Untuk pendanaan sudah da - pat respons dari pemerintah pu - sat,” jelasnya. Sebelumnya, Budayawan Pa - lem bang Yudhie Syarofie me - nyebutkan, setidaknya ada seki - tar 80 cagar budaya di Palembang yang harus dilestarikan. Dalam upaya pelestarian ini, pemerin - tah hendaknya tetap memper ha - tikan kajian sejarah budaya nya. “80 peninggalan bersejarah itu berupa bangunan, situs, struktur, dan kawasan. Sebagian di anta ra - nya semakin terancam,” ungkap Yudhie dibincangi usai memim - pin kegiatan Heritage Walk di kawasan Sekanak, belumlama ini.

Dikatakannya, mulai dari ka - wasan 1 Ilir merupakan wilayah aktif sejak pra Sriwijaya hingga terbentuknya Kerajaan Sriwija - ya. Wilayah Kerajaan Sriwijaya cu kup tersebar, seperti di 36 Ilir, sementara Sekanak dan sekitarnya ini adalah kawasan Kolonial. “Ca gar budaya harus dilestari - kan. Sesuai dengan undang-un - dang, kawasan cagar budaya per - lu perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan,” imbuh dia yang tercatat sebagai Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Sumsel ini.

Yulia savitri


Berita Lainnya...