Edisi 17-07-2017
PAUD dan Dikmas Belum Jadi Program Prioritas


JAKARTA – Pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pendidikan masyarakat (dikmas) di Indonesia belum mendapat perhatian serius.

Salah satu indikatornya adalah rendahnya kualitas guru PAUD dan dikmas. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta dukungan dari legislator di MPR dan DPR agar bisa bersama memberikan perhatian serius untuk pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat.

Menurutnya, PAUD dan dikmas harus diperkuat agar bisa terjadi keseimbangan antara jalur pendidikan formal dan informal. “Kami berharap ada dukungan agar di masa mendatang sektor PAUD dan dikmas bisa dapat perhatian serius. Sebab jalur itu harus bisa seiring untuk perkuat pendidikan kita,” katanya saat menutup Anugerah ApresiasiGuru danTenaga Kependidikan PAUD dan Dikmas.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Surapranata mengatakan, dari sekitar 360.00an guru PAUD dan dikmas diperkirakan hampir separuhnya belum memenuhi kualifikasi. Menurut dia, kondisi ini terjadi karena mayoritas PAUD dan dikmas didirikan secara swadaya oleh masyarakat.

Guru yang direkrut juga kebanyakan masih lulusan sekolah menengah atas (SMA). Dia menjelaskan, pemerintah sendiri akan meningkatkan kualifikasi mereka dengan memberikan beasiswa ke perguruan tinggi untuk melanjutkan S-1 ataupun pelatihan kompetensi.

Pranata meminta masyarakat tidak apriori dengan guru PAUD dan dikmas, sebab masih banyak guru di kedua jenjang ini yang berdedikasi dan profesional. Melalui Anugerah Apresiasi guru inilah, ujarnya, pemerintah bertekad meningkatkan jumlah guru yang kualifikasinya tinggi. “Kami jaring mereka dari seleksi kabupaten, provinsi, dan terakhir nasional.

Kami pilih guru yang terbaik yang dipilih oleh juri independen,” katanya Pranata menerangkan, anugerah yang sudah berlangsung 11 kali ini menjadi agenda rutin tahunan. Dia menjelaskan, melalui lomba ini akan ada praktik baik dari para juara yang bisa disebarluaskan kepada guru juga pengelola PAUD dan dikmas.

Tidak hanya inovasi dalam metode pembelajaran, katanya, namun juga temuan-temuan baru yang bisa dilombakan dan akhirnya disebarluaskan. Pranata menuturkan, ada 482 tenaga kependidikan yang berpartisipasi. Dia menyebut, semua guru dan tenaga pendidik yang telah berpartisipasi adalah tenaga terbaik. Dia melanjutkan, penyaringan guru berprestasi ini dilakukan melalui 20 jenis perlombaan.

Meliputi kelompok bermain, tempat penitipan anak, instruktur khusus komputer, instruktur tata kecantikan rambut, tata busana, rias pengantin, pamong belajar, hingga penilik. Dia menuturkan, Kemendikbud bekerja sama dengan Himpunan PAUD Indonesia (Himpaudi) dan IGTK untuk meningkatkan kualitas guru PAUD dan dikmas. Selain itu juga sudah ada program satu desa satu PAUD agar ada PAUD yang berkualitas di masing-masing desa. Baik dari segi sarana prasarana juga dari mutu tenaga pendidiknya.

neneng zubaidah