Edisi 17-07-2017
Warga Tagih Janji Penanganan Kampung Apung


JAKARTA – Warga RW 01, Kapuk Teko, KedaungKaliangke, Cengkareng, JakartaBarat menagih janji kelanjutan pembenahan Kampung Apung.

Hampir lima tahun kawasan tersebut ter bengkalai. Pemindahan ribuan makam di lokasi sekadar wacana. Setelah pengurasan makam yang terendam dilakukan Suku Dinas Tata Air Jakarta Barat, revitalisasi Kapuk Teko tidak lagi ter sentuh oleh Pemkot Jakarta Barat maupun Pemprov DKI Jakarta.

Juhri, 56, tokoh masyarakat Kapuk Teko, mengaku sudah jenuh dengan janji yang diumbar Pemkot Jakarta Barat maupun Pemprov DKI yang akan membenahi Kampung Apung. “Tahun kemarin sudah diwacanakan, tapi tidak juga terealisasi,” keluh Juhri kemarin. Mantan ketua RW tiga periode ini sudah melupakan janji manis Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu menjabat gubernur DKI Jakarta, karena akan menambah sakit hati.

Duet Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berjanji akan membenahi Kapuk Teko, namun hingga kini revitalisasi tidak tuntas. Juhri mengatakan dulu di Kapuk Teko merupakan daerah tertinggi di sekitar Kedaung Kaliangke, namun seiring banyaknya pabrik yang dibangun sehingga pengurukan membuat lokasi ini akhirnya terendam. Saking parahnya rendaman bisa mencapai dua meter.

Warga kemudian memilih mengungsi, tapi sebagian lainnya bertahan dengan menguruk kembali rumah mereka. Kemarin pembenahan di Kapuk Teko mulai bergulir. Dinas Lingkungan Hidup me lalui UPK Badan Air Kecamatan Cengkareng langsung membabat tanaman eceng gondok. Sekitar 90 ton eceng gondok dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar -gebang, Bekasi.

“Lihat saja sekarang sudah tidak ada eceng gondoknya,” kata pemantau UPK Badan Air Kecamatan Cengkareng Sahbani. Untuk pembabatan eceng gondok, instansinya mengerahkan 20 petugas PPSU selama sembilan hari. Satu alat berat dan perahu karet milik kecamatan dikerahkan mengangkut eceng gondok. Bentangan ge nangan air di lahan 756 m2 itu sudah terlihat.

Meski demikian, sekitar 3.180 makam yang terendam belum terlihat lantaran tertutup air keruh. Lurah Kapuk Agung Edi Santoso menuturkan, kendati kawasan tersebut bersih dari eceng gondok, pembenahan dan pengeringan belum diwacanakan. Baik obrolan mau pun anggaran pemindahan makam belum dilakukan Pemkot Jakarta Barat ataupun Pemprov DKI.

“Makanya saya belum sampaikan kewarga, nanti takut umbar janji lagi,” katanya. Setiap tahun pihak kelurahan selalu mengajukan pembenahan Kapuk Teko melalui musyawarah perencanaan pembangunan. Namun, hingga saat ini kepastian kelanjutan revitalisasi belum juga terealisasi. “Kalau sudah terealisasi, baru saya berani sampaikan ke warga,” ucapnya.

yan yusuf