Edisi 17-07-2017
Indonesia Berjaya di Olimpiade Kimia


JAKARTA – Indonesia meraih empat medali di International Chemistry Olympiad (IChO). Satu emas dan tiga perak diraih duta Indonesia pada lomba yang diikuti ratusan peserta dari 80 negara ini.

Dalam ajang yang digelar di Bangkok, Thailand 6-15 Juli tersebut Dean Fanggohans dari SMAN 8Pekanbaruberhasilmenyabet medali emas. Sedangkan medali perak diraih oleh Fahmi Naufal Rizki (SMA Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan), M Ridho Setiyawan (SMAN 1 Tahunan, Jawa Tengah), dan Mario Lorenzo, (SMAK BPK Penabur Gading Serpong).

Kasubdit Peserta Didik SMA Kemendikbud Suharlan mengatakan, ini prestasi yang sangat membanggakan. Tim Indonesia yang terdiri dari sejumlah pelajar SMA meraih medali emas setelah pada IChO tahun lalu tidak ada medali emas yang berhasil diraih. Kala itu, delegasi Indonesia hanya berhasil meraih dua perak dan dua perunggu.

“Ini prestasi yang sangat membanggakan, karena berhasil meraih satu emas dan tiga perak,” katanya di Jakarta, kemarin. Dia menjelaskan, dalam kompetisi itu, setiap siswa diuji kemampuan dalam bidang teori dan keterampilan melakukan percobaan (praktik) di laboratorium. Setiap negara peserta dapat mengirimkan maksimum empat siswa terbaik bidang kimia di negaranya.

“Keempat siswa terpilih telah melalui empat tahapan proses seleksi dengan total waktu pelatihan, pembinaan, dan seleksi selama sepuluh minggu,” katanya. Suharlan menjelaskan, dalam proses pelatihan tersebut, instruktur atau mentor pelatihan untuk siswa calon peserta olimpiade diberikan oleh staf pengajar Departemen Kimia - FMIPA UI dan Departemen Kimia FMIPA-ITB.

Program pelatihan yang dilakukan disesuaikan dengan materi dalam silabus IChO serta silabus teori dan praktikum untuk IChO 49th. Sebagian besar materi tersebut tidak pernah diberikan di tingkat SMA di Indonesia.

Peserta IPhO Tiba di Yogyakarta

Sejumlah peserta olimpiade Fisika Internasional (International Physics Olympiad) atau dikenal dengan IPhO, mulai tiba diKota Yogyakarta. Rencananya, IPhO ke-48 yang akan dilaksanakan 16-24 Juli ini, akan diikuti 650 peserta dari 86 negara. Pembukaan akan dilaksanakan diBallroomTheSahidRichHotel, Yogyakarta dan pelaksanaan olimpiade di Sportarium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). “

Hari ini peserta mulai datang dan langsung melakukan registrasi,” ujar Leny Chandra, Media Koordinator IPhO. Pada hari pertama, panitia akan melakukan pembukaan secara seremonial di The Sahid Rich Hotel. Sedangkan olimpiade akan dilaksanakan pada hari kedua di Sportarium UMY. Peserta juga akan diajak untuk berwisata di beberapa obyek wisata Yogyakarta dan sekitarnya.

Direktur Pembinaan SMA Kemdikbud Purwadi Sutanto mengatakan, IPhO merupakan ajang olimpiade sains tertua dan terbesar setelah olimpiade matematika. Kegiatan ini akan mempertemukan anak-anak SMA terbaik untuk bertanding dalam penguasaan kompetensi bidang fisika. “Ini kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah.

Sebelumnya pada 2002 juga menjadi tuan rumah dan diselenggarakan di Bali,” ujarnya. Mengusung tema “Im Physics: PhysicsforPeace, Physicsfor a Better Future of Life”, IPhO bertujuan untuk mendorong kecintaan siswa SMA terhadap fisika, mempromosikan kerja sama dan persahabatan internasional untuk membangun pendidikan fisika yang berkualitas.

Tema yang dipilih sangat relevan dengan prioritas pembangunan pendidikan di Indonesia, yaitu penguatan pendidikan karakter. Setiap siswa diberikan kesempatan belajar yang lebih luas agar mencintai ilmu pengetahuan, mengasah kompetensi, dan membangun karakter sempurna sehingga mereka dapat beradaptasi dan peduli dengan situasi lingkungannya.

Kemudian, mereka juga belajar mengambil peran untuk bekerja sama ikut menjawab persoalan yang ada di dalamnya melalui ilmu yang mereka cintai dan kuasai. Harapannya, akan tercipta harmoni dan masa depan kehidupan masyarakat yang lebih baik karena generasi muda berilmu dan berkarakter. “Kegiatan lomba berupatesteoridanpraktik.

Nanti juga ada kuliah umum dari Dr Ilham Habibie yang akan berbicara tentang pemanfaatan ilmu fisika dalam pengembangan teknologi dan inovasi kedirgantaraan di Indonesia,” tuturnya. Sementara itu, Sekretaris IPhO 2017 Samsyu Rosyid mengaku, suasana Yogyakarta yang khas akan memberikan kesan yang kuat kepada seluruh peserta tentang harmoni antara gaya hidup masa kini, pendidikan berkualitas tinggi, suasana alam yang menarik, dan peninggalan budaya bersejarah.

Sementara itu, salah satu peserta asal Indonesia, Ferris Prima Nugraha, mengaku sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari. Sebelumnya, dia telah pelatnas dan memperbanyak latihan soal-soal. “Persiapan sudah lama, semoga bisa meraih medali emas,” ujarnya.

neneng zubaidah/ Kuntadi


Berita Lainnya...