Edisi 17-07-2017
KRL Cikarang-Jakarta Beroperasi Awal 2018


JAKARTA – PT KAI akan melakukan uji coba KRL Commuter Line Cikarang-Jakarta pada 28 Juli mendatang. Hal itu untuk memastikan kesiapan armada, fasilitas, hingga lalu lintas kereta di trayek tersebut. Rencananya, kereta tersebut beroperasi pada 2018 mendatang.

Kepastian akan hal itu diungkapkan oleh Humas PT KAI Agus Komarudin. Dia mengatakan PT KAI, Daop 1, dan PT Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) telah merampungkan persiapan operasional KRL Cikarang, termasuk kesiapan rel dan stasiun. ”Listrik aliran atas (LAA) kan baru saja selesai dipasang. Jadi, kita cek kemampuan operasional kereta dari Cikarang hingga Jakarta,” tuturnya kemarin.

Agus mengatakan evaluasi mengenai rel dan stasiun akan dilakukan setelah uji coba, termasuk soal pengaturan arus lalu lintas serta kepadatan karena munculnya trayek baru tersebut. ”Jangan sampai nantinya keberadaan trayek baru itu mengganggu operasional KA lainnya,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Agus juga belum dapat memastikan apakah setelah uji coba itu, KRL tersebut akan langsung beroperasi mengingat beberapa stasiun masih dalam proses pembangunan dan perbaikan. Termasuk pembangunan double double track (DDT) senilai Rp1,121 triliun yang masih dalam pengerjaan.

Sebelumnya, Humas Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Joice mengatakan saat ini pembangunan stasiun di kawasan itu masih dalam proses. Ditargetkan pembangunan sejumlah stasiun dari Bekasi hingga Cikarang akan selesai akhir 2017 nanti. Dengan begitu, awal 2018 KRL di lintas itu bisa dapat dioperasikan.

Joice melanjutkan, pembangunan stasiun-stasiun ke Cikarang merupakan modernisasi stasiun yang dilakukan Ditjen Perkeretaapian. Pasalnya, jauh sebelum wacana ini tercetus stasiun-stasiun itu telah lebih dulu ada dan beberapa di antaranya telah dilakukan perbaikan. Nantinya di stasiun itu akan dibangun delapan lajur.

Sementara untuk stasiunnya, kondisi pembangunan tidak jauh berbeda dengan Stasiun Maja dan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pergerakan manusia difokuskan di flyover orang yang dilengkapi dengan tangga berjalanan atau escalator untuk mengantarkan penumpang ke tiap lajurnya. Penambahan lajur juga dilakukan di Stasiun Bekasi menjadi delapan lajur.

Selain di Stasiun Cikarang dan Bekasi, Ditjen Perkeretaapian juga sudah melakukan renovasi di beberapa titik stasiun, yakni Stasiun Bekasi Timur, Stasiun Tambun, dan Stasiun Buaran. Senior Manager Daop 1 PT KAI Suprapto mengatakan, beroperasinya KRL Cikarang-Jakarta bakal menghapus jarak tempuh kereta lokal Purwakarta- Jakarta.

Menurut dia, kereta api lokal itu nantinya hanya sampai Cikarang. ”Jadi nantinya setelah sampai Cikarang dilanjutkan ke Jakarta menggunakan KRL,” tutur Suprapto. Dia menyebutkan, jumlah perjalanan kereta dari Cikarang, Bekasi tercatat mencapai 300 perjalanan dan 104 perjalanan KA jarak jauh yang melintas setiap harinya.

Sementara untuk KRL Cikarang-Jakarta, Suprapto mengaku belum mengetahui berapa banyak perjalanan yang akan di sediakan. Reza Raditya, 37, mengaku senang dengan rencana pengoperasian KRL tersebut. Dia sudah tidak sabar ingin menaiki angkutan massal yang nyaman dan aman ini dari Cikarang.

”Saya lihat dari media, KRL akhir bulan ini akan mulai diuji coba hingga Cikarang, saya cukup senang. Dan sudah tidak sabar ingin menaiki kereta tersebut,” kata pria yang tinggal di wilayah Perumahan Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Menurutnya, dengan adanya KRL hingga Cikarang, dia tidak lagi menggunakan sepeda motor untuk bekerja ke wilayah Cawang, Jakarta Timur.

Namun, dia akan beralih menggunakan kereta tersebut. ”Lebih cepat naik kereta, jadi tidak usah naik motor lagi ke Cawang,” ungkapnya. Senada, Pradita Kurniawansyah, 30, mengaku senang dengan adanya KRL hingga Cikarang. Warga Cikarang Selatan ini sudah menunggu lama kehadiran transportasi massal yang dikelola oleh PT KAI tersebut.

”Kalau sekarang mau ke Jakarta tidak usah naik kendaraan pribadi lagi, cukup naik kereta bisa nyaman dan aman. Kalau menggunakan kendaraan pribadi selalu terjebak macet, dan jika menggunakan kereta tidak lagi kena kemacetan,” katanya.

yan yusuf / abdullah m surjaya