Edisi 17-07-2017
Tekanan Inflasi Juli Mulai Mereda


BALIKPAPAN – BankIndonesia (BI) mencatat indeks harga konsumen pada pekan kedua bulan Juli 2017 mulai mengalami penurunan bila dibandingkan pekan pertama bulan ini.

Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan, inflasi pada pekan kedua bulan ini terpantau0,25% secara bulanandan 3,90% secara tahunan. Angka itu lebih rendah dibanding pekan pertama yang mencapai 0,32% secara bulanan atau 3,98%. “Pemicunya dikarenakan volatile food mulai terjaga, harga bawang putih, dan cabai-cabaian sedang menurun,” sebut Agus, kepada wartawan di Balikpapan, akhir pekan lalu.

Selain itu, Agus mengatakan, sejumlah komponen pendorong inflasi pada bulan Ramadan dan Lebaran juga mereda. Tarif angkutan udara yang melonjak bulan lalu menyumbang deflasi. Begitu pula efek kenaikan tarif dasar listrik 900 VA bagi sebagian konsumen yang tak lagi disubsidi sudah usai.

“Kami masih merasa akan sampai 4% plus minus 1% di akhir 2017 dan 2018 3,5% plus minus 1%,” kata dia. Ekonom SKHA Institute for Global Competitiveness Eric Sugandi berujar, tekanan inflasi pada Juli ini akan mereda setelah IHK mengalami tekanan tinggi pada bulan lalu yang mencatat inflasi 0,69%. Selain itu, harga pangan juga relatif turun pada bulan ini.

“Biasanya harga-harga akan turun dan stabil dan turun setelah Ramadan,” ucap dia. Sementara itu, lanjut Eric, komponen inflasi harga yang diatur pemerintah (administered prices ) juga berkurang. Terlebih pemerintah memutuskan tidak menaikkan harga listrik dan bahan bakar minyak (BBM) hingga enam bulan ke depan.

“Tapi, masih ada tekanan permintaan terkait dengan pergantian tahun ajaran baru pada bulan ini sehingga inflasi di akhir tahun masih berada di kisaran 4%,” ujar dia. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya mengatakan, puncak inflasi pada tahun ini terjadi pada Juni yang bersamaan dengan bulan Ramadan dan Lebaran. Dia pun memprediksi tekanan inflasi pada paruh kedua tahun ini akan mereda. “Pada semester II, outlook inflasi jadi relatif lebih baik,” kata dia.

rahmat fiansyah