Edisi 17-07-2017
Quintana Manfaatkan Pegunungan Alpen


RODEZ– Pembalap sepeda asal Kolombia Nairo Quintana belum mau menyerah merebut gelar juara di Tour de France 2017.

Meski mengalami masalah pada trek tanjakan, dia yakin bisa bangkit saat tur mulai berlangsung di Pegunungan Alpen, Rabu (19/7), dan Kamis (20/7). Setelah berhasil menyelesaikan lomba di posisi kedua di Giro d’Italia pada Mei lalu, Quintana kurang memiliki kemampuan saat mendaki.

Terbukti, dia hanya mampu finis di posisi kedua dan ketiga pada etape yang memiliki tanjakan di ajang balap sepeda terbesar di dunia itu. Kondisi ini terlihat saat dirinya tak mampu melakukan tanjakan curam dengan baik di Rodez. “Itu adalah tahap yang cepat. Kami menyelesaikan sebuah pendakian curam yang tidak sesuai kemampuan saya.

Itu sulit untuk sampai ke kaki di tempat yang baiki, karena saya harus lebih waspada menghindari kecelakaan dan risiko terhadap pembalap dengan kecepatan tinggi dan kuat untuk mengejar kemenangan,” kata Quintana, dilansir cyclingnews. Sampai etape 14, Quintana berada di posisi kedelapan klasemen umum atau terpaut 2 menit 22 detik dari pemuncak klasemen Chris Froome.

Kondisi ini lebih bagus dibandingkan pada tur 2013 di mana Quintana berselisih 5 menit 18 detik dari Froome dan memperkecili selisih menjadi 4 menit 20 detik di Paris (finis). Pada 2015, Quintana berada 3 menit 10 detik dan tiba di Paris dengan hanya berselisih 1 menit 12 detik di belakang Froome.

Jelas, catatan itu menunjukkan peningkatan jika dirinya bisa tampil konsisten di tujuh etape terakhir. Apalagi, dia sangat fokus untuk berada di podium di Paris dan berusaha menyingkirkan lawannya di Massif Central, sebelum balapan penting pada etape 17 dan 18 di Pegunungan Alpen.

raikhul amar