Edisi 17-07-2017
Demi Gelar NBA, Rela Tunda Libur Musim Panas


Tugas berat menanti James Harden bersama Houston Rockets pada musim depan. Pasalnya, point guard berusia 27 tahun itu memiliki status baru sebagai pemilik kontrak termahal sepanjang sejarah di NBA.

Pebasket yang identik dengan jenggot lebat itu mengaku sangat senang memperpanjang kontrak empat tahun sebesar USD228 juta atau sekitar Rp3,06 triliun untuk bersama Rockets enam tahun ke depan. Namun, kontrak besarnya tersebut tentu memiliki tanggung jawab yang besar, yaitu bisa mempersembahkan gelar NBA untuk timnya. “Nilai kontrak ini sangat bagus.

Tapi, jujur, satu-satunya poin penting dalam karier saya adalah mendapatkan gelar juara NBA,” kata Harden, dilansir ESPN. “Saya telah bekerja keras bersama Rockets dan berterima kasih kepada (Leslie) Alexander (pemilik Rockets) yang telah memberi saya kesempatan. Tapi, itu tidak akan berat jika saya bisa menguasai kejuaraan ini,” sambungnya.

Karena itu, Harden merelakan menunda libur musim panas dan memutuskan berlatih setiap hari. Hal itu membuktikan bahwa dia sangat serius dalam ambisinya pada musim depan. Apalagi, pebasket berusia 27 tahun itu akan terus melakukannya sebelum bisa mempersembahkan gelar juara NBA.

Harden, yang rata-rata mengumpulkan 28,5 poin dan 8,5 assistpada play-offNBA musim lalu, mengatakan bahwa kontra tersebut sekaligus menjadi pembuktian komitmennya bersama Rockets sepanjang hidupnya. Keputusannya meninggalkan Oklahoma City Thunder pada 2012 membuahkan hasil yang mengesankan bersama Rockets.

“Saya tahu di mana rumah saya sekarang. Saya tahu di mana saya ingin berada. Saya tahu di mana saya ingin pensiun pada akhir karier saya dan di mana saya ingin memenangkan kejuaraan ini. Semuanya akan terjadi di Houston. Itulah alasan saya berada di sini selamanya,” ungkap Harden, pebasket All Star lima kali.

Sementara itu, Manajer Umum Rockets Daryl Morey mengatakan timnya memang sedang berbenah untuk berburu gelar NBA yang ketiga kali setelah menjadi juara pada 1994 dan 1995. Salah satunya mendatangkan bintang Los Angeles Clippers Chris Paul dengan mengorbankan delapan pemainnya. Meski begitu, dia merasa timnya masih membutuhkan satu pemain bintang lagi.

“Jika bisa, kami akan berbuat lebih banyak. Ini yang kami lakukan sepanjang karier. Jika kami bisa kembali mendapatkan pemain sekaliber Harden dan Paul, kami sangat senang. Kalau bisa, kami akan melakukannya dan menyiapkan uang lebih,” ujar Harden.

Rockets, yang memenangkan 55 pertandingan dan maju ke babak kedua di musim lalu, berharap masih bisa menambah kekuatan sebelum Kompetisi NBA dimulai pada 17 Oktober mendatang. Namun, berbagai sumber mengatakan bahwa manajemen Rockets tetap optimistis bisa mendatangkan Carmelo Anthony dari New York Knicks dalam sebuah perdagangan multitim.

RAIKHUL AMAR

Jakarta