Edisi 17-07-2017
Djanur Mundur, Maung Bandung Tantang Persija Tanpa Pelatih


JAKARTA– Drama kembali tersaji di kubu Persib Bandung. Pelatih Djadjang ‘Djanur’ Nurdjaman mundur dari posisi pelatih di saat Maung Bandung akan menghadapi laga krusial kontra Persija Jakarta, Sabtu (22/7).

Pengunduran diri Djanur sudah disetujui manajemen PT Persib Bandung Bermartabat. Manajer Persib Umuh Muchtar memastikan jika kali ini manajemen menyetujui pengunduran diri Djanur yang disampaikan dalam sesi konferensi pers seusai anak asuhnya ditekuk tuan rumah Mitra Kukar 1-2 di Stadion Aji Imbut Tenggarong, Sabtu (15/7) malam.

“Manajemen sudah menyetujui pengunduran diri Djanur sebagai pelatih. Saya sudah berkomunikasi dengan direktur utama. Ini yang terbaik untuk tim Persib,” kata Umuh, kemarin. Dengan pengunduran diri mantan arsitek Pelita Jaya itu, otomatis Persib dipastikan tanpa pelatih kepala saat menjamu Macan Kemayoran,julukan Persija Jakarta, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Untuk sementara Asisten Pelatih Herrie Setiawan akan memimpin persiapan Maung Bandungmenghadapi musuh bebuyutannya, Persija. Sejarah panjang persaingan kedua tim papan atas Tanah Air ini membuat laga tersebut sangat krusial. Jika kembali kalah, Persib akan semakin terpuruk di papan klasemen Liga 1.

“Melawan Persija dan Perseru Serui nanti, tim sementara akan dipimpin Herrie Setiawan dan Asep Soemantri. Kami akan kembali mencari pelatih untuk menakhodai tim di putaran kedua Liga 1,” katanya. Sebelumnya, dalam konferensi pers Djanur memastikan pengunduran dirinya kali ini akan diterima manajemen PT Persib Bandung Bermartabat, pengelola Persib.

Djanur mengaku sudah berbicara dengan manajer tim Umuh Muchtar dan sudah merestui dirinya mundur dari kursi pelatih. “Saya mundur dari kursi pelatih Persib. Untuk sementara saya ingin istirahat dulu. Keputusan ini sudah bulat dan saya sudah berbicara dengan manajer,” kata Djanur. Permintaan mundur dari Persib ini merupakan yang kedua kali dilontarkan pelatih yang membawa Persib menjuarai Indonesia Super League 2014 itu.

Awal Juni lalu, pelatih berusia 52 tahun itu juga sudah mengajukan pengunduran diri ke manajemen menyusul kekalahan Persib dari tuan rumah Bhayangkara FC di Stadion Patriot, Bekasi. Tidak hanya itu, keinginan mundur tersebut sebagai respons atas desakan bobotohyang menginginkan Djanur meletakkan jabatan sebagai pertanggungjawaban buruknya performa Persib.

Suporter bahkan sempat menggemakan tagar #DjanurOutdi media sosial Twitter dan menjadi trending topic. Namun, belakangan Djanur melunak dan mendampingi tim saat menghadapi Persiba Balikpapan di Stadion GBLA, Minggu (11/6). Dia beralasan, manajemen PT Persib Bandung Bermartabat menolak pengunduran dirinya sekaligus sebagai bentuk apresiasi mayoritas suporter yang menginginkannya bertahan.

Terkait alasan mundurnya kali ini, pelatih yang juga pernah berseragam Persib selama 10 tahun di era 1980- an itu mengaku tidak mampu mengangkat prestasi Maung Bandung yang saat ini berada di peringkat 12 dengan koleksi 20 poin. Dari 15 laga yang sudah dilakoni, klub kebanggaan bobotoh itu baru mencatatkan lima kemenangan serta lima kali kalah dan sisanya berakhir imbang.

Hasil ini kontras dengan skuad Persib yang dihuni pemain bintang sepak bola Indonesia dan diperkuat marquee playerMichael Essien dan Carlton Cole. Inkonsistensi permainan sejauh ini masih menjadi masalah di kubu Persib sehingga kesulitan meraih kemenangan tandang.

“Hasil buruk yang diraih tim sejauh ini merupakan tanggung jawab saya. Ini mungkin karena kesalahan perencanaan dari awal terutama perekrutan pemain yang ternyata tidak sesuai ekspektasi manajemen,” ujar Djanur.

abriandi