Edisi 17-07-2017
Kesempatan Terakhir


CHONBURI – Tim nasional U-16 Indonesia menyisakan satu kesempatan untuk mengakhiri laga dengan kemenangan di Grup A Piala AFF U-15. Laga sisa melawan Singapura harus dimaksimalkan jika tidak ingin pulang sebagai penghuni dasar klasemen akhir.

Timnas U-16 akan menghadapi Singapura yang sejauh ini menjadi tim terlemah Grup A di Chonburi Campus Stadium 2, Chonburi, sore ini. Dari empat pertandingan, Singapura belum sekali pun meraih angka setelah menjadi lumbung gol Laos, Thailand, Australia, dan Myanmar. Meski begitu, nasib Singapura berbeda tipis dengan hasil yang diukir Rendy Juliansyah dkk di persaingan Grup A.

Ya, skuad Garuda Asia, julukan timnas U-16, hanya ada satu tingkat di atas Singapura dengan perolehan satu poin. Satu angka itu didapat setelah timnas U-16 bermain imbang 2-2 kontra Myanmar di laga pembuka Grup A. Selebihnya, performa timnas U-16 di luar ekspektasi. Tiga pertandingan lain selanjutnya, timnas U-16 dibuat tertunduk malu.

Pertama, kalah tipis 0-1 dari tuan rumah Thailand, Selasa (11/7), dipermak Australia 3-7, Kamis (13/7), dan yang terbaru di luar dugaan dipaksa tumbang oleh Laos 2-3, Sabtu (15/7). Hasil empat laga itu membuat langkah timnas U-16 melaju ke babak berikutnya sirna. Sudah dipastikan tersingkir, timnas U-16 diharapkan tidak boleh mendapat hasil lebih menyedihkan.

Mereka berpotensi menjadi penghuni dasar klasemen akhir jika pada laga kontra Singapura dipaksa menyerah. Tidak hanya mengakhiri laga sebagai penghuni juru kunci, tapi juga kembali ke Tanah Air tanpa meraih satu kemenangan sekali pun. “Kami berharap bisa mendapatkan kemenangan dalam kesempatan terakhir ini.

Terpenting, kami juga bisa tampil baik di pertandingan terakhir kami ajang ini. Banyak pelajaran berharga yang kami dapatkan. Semoga bisa menjadi pengalaman yang bagus untuk seluruh, tim khususnya pemainpemain muda ini,” ungkap Pelatih Timnas U-16 Fakhri Husaini. Ya, performa timnas U-16 memang di luar dugaan.

Pasalnya, skuad Garuda Asiabegitu perkasa dalam masa persiapan. Pada uji coba level internasional di dalam maupun luar negeri, timnas U-16 punya catatan mentereng. Timnas U-16 dua kali sukses melibas tamunya, yaitu dua kali menang empat gol tanpa balas ketika kedatangan Filipina dan Singapura.Di luar kandang, hasil serupa dikantongi.

Timnas U-16 sukses menjadi yang terbaik saat turun di sebuah turnamen pemanasan Tien Phong Plastic Cup 2017 di Vietnam. Tidak hanya tampil menjadi juara, tapi skuad Garuda Asiasukses meraih tiga gelar lain. Seperti predikat tim fair play, top skor (Rendy), dan pemain terbaik (Hamsa Lestaluhu).

Tapi, memang, sebelum bertolak ke Thailand, timnas U-16 sempat mendapat kabar buruk. Hamsa yang sejauh ini menjadi salah satu andalan timnas U-16 batal membela skuad Garuda Asiadi menit-menit akhir. Hamsa harus mengubur mimpi tampil di Piala AFF setelah mengalami cedera berat di partai uji coba terakhir timnas U-16.

Saat itu, meski sedih, Fakhri tetap yakin jika absennya Hamsa bisa diatasi dengan adanya pemain lain di skuad Garuda Asia. Dengan hasil yang didapat saat ini, Fakhri melihat ada nilai penting yang harus diambil. Pelatih asal Aceh itu di pertandingan terakhir kontra Laos sempat meminta semua pihak introspeksi diri dengan hasil yang diraih timnas U-16.

“Terutama teguran dari Tuhan karena kekhilafan tim yang merasa sudah berada di atas, juga yang menurut saya tim ini sudah diangkat setinggi-tingginya oleh khalayak banyak seusai kemenangan di turnamen Vietnam. Padahal, kami belum layak untuk itu,” papar Fakhri.

“Mungkin Tuhan punya rencana lain yang indah buat kami. Bukan di sini, mungkin di tempat lain. Meski begitu, saya tetap berterima kasih kepada pemain yang sudah bertanding dengan begitu maksimal,” lanjut pelatih yang sempat menjadi kapten timnas senior Indonesia pada era 1990-an akhir tersebut.

decky irawan jasri