Edisi 17-07-2017
Apa Itu Prediabetes?


PREDIABETES merupakan penanda awal penyakit diabetes tipe 2 ketika level gula darah mulai melebihi batas normal, tetapi belum terlalu tinggi untuk dikategorikan sebagai penyakit diabetes melitus tipe 2 (DMT2).

Kondisi prediabetes meliputi toleransi glukosa terganggu (TGT) dan gula darah puasa terganggu (GDPT). Prediabetes memiliki keterkaitan yang erat dengan penyakit diabetes, terutama DMT2. Deteksi dini prediabetes sangat penting sebagai upaya menekan tingginya angka DMT2, mengingat prediabetes tidak hanya menyerang kelompok usia tua, etatpi juga sudah ditemukan di kelompok usia muda dan produktif.

“Maka itu, kami mengimbau dokter-dokter puskesmas turut berperan aktif dalam menggalakkan gerakan deteksi dini prediabetes di masyarakat. Semoga dengan diadakannya program edukasi ini, dapat memberi pengaruh positif dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang terhindar dari bahaya penyakit DMT2,” kata Drg Dyah Erti Mustikawati MPH, Kepala Subdirektorat Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolisme Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM).

Sementara itu, Dr R Koesmedi Priharto SpOT MKes menambahkan, pihak Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta juga sangat mengapresiasi program edukasi “Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes” yang ditujukan pada dokter umum puskesmas.

Tenaga kesehatan memegang peranan penting untuk menjaga agar fase prediabetes tidak berkembang menjadi DMT2, tidak terkecuali dokter-dokter umum puskesmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Dengan dijalankannya program ini, kami berharap dokter-dokter umum puskesmas dapat melakukan deteksi dini prediabetes dan mengedukasi pasien mengenai tata cara pencegahan prediabetes, meskipun pasien-pasien yang datang ke puskesmas tidak mempunyai keluhan DMT2,” ungkap dr Koesmedi.

Beberapa gejala umum DMT2 juga menjadi pertanda prediabetes yang perlu diwaspadai, seperti 3P atau poliuria (sering kencing), polidipsia (sering haus), dan polifagia (sering makan). Kelelahan dan pandangan menjadi buram juga dapat dikeluhkan.

Gejala prediabetes juga dapat tidak terlihat pada penderita atau sebaliknya dapat berupa area kulit yang berwarna kegelapan pada buku-buku jari, siku, ketiak, leher, atau lutut. Beberapa kriteria fisik ini perlu diwaspadai karena berisiko menyebabkan kondisi prediabetes pada diri seseorang.

(sri noviarni)