Edisi 06-08-2017
Lampu Jalanan Ganggu Penyerbukan Tanaman


Para peneliti menemukan ancaman global baru bagi penyerbukan yakni lampu jalan yang menyala pada malam hari.

Kehadiran lampu jalan terbukti mengurangi kunjungan hewan malam yang membantu penyerbukan menuju bunga hingga 62%. Dampaknya adalah pengurangan produksi buah. Jumlah binatang penyerbuk menurun di penjuru dunia sehingga hasil temuan ini bukan berita bagus untuk tanaman liar dan produksi pertanian.

Serangga malam dapat dengan mudah teralihkan dari tugas mereka melakukan penyerbukan akibat terangnya lampu jalan. Buah dimulai dengan bunga, tapi tidak semua bunga menghasilkan buah. Ada sejumlah faktor yang mengubah bunga menjadi buah, dan salah satu yang terpenting adalah serangga penyerbuk.

Meski demikian, serangga saat ini berkurang drastis akibat berbagai sebab antropogenik, termasuk hilangnya habitat, gangguan, penggunaan pestisida, invasi spesies asing, dan perubahan iklim. Dalam studi terbaru yang dilaporkan di Nature, ancaman lain terungkap yakni lampu yang menyala pada malam hari.

“Studi kami menunjukkan bahwa sangat umum bagi tanaman mengalami penyerbukan pada siang dan malam. Saat malam, bau bunga menarik penyerbuk malam, tapi ada juga daya tarik lain yang penting seperti isyarat visual karena serangga penyerbuk malam memiliki mata sangat sensitif,” papar Dr Eva Knop dari Universitas Bern, Swiss, yang memimpin riset tersebut.

Kita semua mengetahui lebah dan kupu-kupu sebagai penyerbuk bunga saat siang hari tapi saat malam ada penyerbuk shift malam yang mengambil alih. “Dalam studi kami, penyerbuk paling banyak saat malam adalah ngengat (Lepidoptera), diikuti kumbang (Coleoptera), dan Hemiptera,” ungkap Dr Eva Knop.

Kendati demikian, adanya lampu buatan dari jalanan, misalnya, malam hari tidak sepenuhnya gelap. Lampu pada malam hari menyebar secara global dan bertambah sekitar 6% per tahun. Dalam studi pertama yang secara langsung mengaitkan lampu pada malam hari dengan perubahan perilaku serangga, peneliti melakukan eksperimen di padang rumput Swiss.

Tujuh padang rumput dipenuhi lampu menyala pada malam hari, menirukan lampu jalanan dan tujuh padang rumput dibiarkan gelap alami saat malam hari. Para peneliti dengan cermat memonitor interaksi serangga pada situasi terang karena lampu dan gelap alami di padang rumput.

Studi itu menemukan sejumlah kunjungan oleh serangga penyerbuk malam pada tanaman di lokasi yang terang mengalami penurunan tajam. Walau kunjungan hewan penyerbuk malam berkurang, apakah ini dapat mengurangi kemampuan tanaman untuk menghasilkan buah? Ada juga kemungkinan hewan penyerbuk pada siang hari akan mengompensasi perubahan itu.

Untuk menjawab ini, para peneliti fokus pada produksi kubis thistle (Cirsium oleraceum), salah satu tanaman yang paling sering dikunjungi hewan penyerbuk di padang rumput. Saat siang hari, jumlah serangga yang mengunjungi kubis thistle sama, tidak peduli apakah thistle tumbuh di padang rumput yang terpapar sinar lampu atau tidak.

Para peneliti menemukan tanaman yang terpapar sinar lampu pada malam mengalami penurunan 13% jumlah produksi buah. Jadi, meski ada aktivitas hewan penyerbuk pada siang hari, sinar lampu pada malam hari dapat mengurangi produk buah. Ditambah dengan berkurangnya jumlah serangga di penjuru dunia yang membantu penyerbukan, maka hal ini sangat mengkhawatirkan.

syarifudin