Edisi 12-08-2017
Kapal Meledak, Lima Pekerja Tewas


SERANG - Peristiwa tragis terjadi di galangan kapal PT Krakatau Shipyard, Desa Puloampel, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, Banten, kemarin.

Lima orang tewas dan empat lainnya terluka akibat ledakan di kapal motor (KM) Kendhaga Nusantara 14 yang sedang dirakit di galangan tersebut. Polisi menduga insiden dipicu kebocoran gas. Ledakan terjadi sekitar pukul 07.45 WIB di area blok 6, tempat perakitan kapal pengangkut kontainer.

Menurut sejumlah saksi, peristiwa berlangsung sangat cepat, diawali dari pekerja yang masuk KM Kendhaga Nusantara. Tak lama tibatiba terdengar ledakan keras. “Saya saat itu di pos jaga, langsung blarrr...semua orang terkejut,” kata Ismail, petugas keamanan PT Krakatau Shipyard. Nining, salah satu warga sekitar, menuturkan bahwa ledakan terdengar hingga radius 2 kilometer.

Kerasnya ledakan membuat beberapa plat kapal terbang ke seberang jalan atau lebih dari 500 meter. “Kepala tabung (besi) ada yang mencelat hingga ke warung saya,” kata Nining yang berjualan di luar area galangan. Ledakan keras diikuti asap tebal hitam. Jerit minta pertolongan pun terdengar di lokasi ledakan.

Saat evakuasi berlangsung, lima pekerja ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Mereka yakni Safrudin, 30, Ifon Efendi, 25, Yadi, Supri, 30, dan Misri, 50. Adapun korban luka yakni Ali, Asmara, Dani, dan Rusman. Ismail menduga ledakan akibat percikan api saat berlangsung proses pengelasan. “Di blok enam itu, pekerja hendak memasang starter kapal.

Posisinya tinggal pengelasan saja,” kata dia. Para korban kemudian dibawa ke RSUD Serang dan RSUD Cilegon. Polisi belum menyimpulkan penyebab pasti peristiwa tersebut. Namun berdasarkan keterangan saksi-saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara, ledakan diduga berasal dari kebocoran gas. Gas itu terkurung di dalam lambung kapal.

“Dari keterangan saksi, ada yang menancapkan sakelar, kemudian terjadi ledakan. Kemungkinan dipicu dari gas bocor itu,” ujar Kapolsek Puloampel Iptu Haerul Maulana. Maulana menjelaskan, para korban saat terjadi ledakan sedang melakukan persiapan untuk bekerja. “Jadi saat ledakan terjadi, mereka (korban) itu belum bekerja atau sedang melakukan persiapan.

Karena mereka bekerja itu mulainya pukul 08.00, sedangkan ledakan terjadi pukul 07.45 WIB,” jelasnya. KapolresCilegonAKBPRomdhon Natakusuma menambahkan, sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk pihak manajemen yang juga diperiksa untuk melengkapi penyidikan.

Namun untuk memastikan penyebab ledakan itu, polisi juga menunggu hasil tim Laboratorium Forensik Polri. Romdhon menegaskan jika dalam proses penyelidikan ditemukan adanya tindakan melawan hukum maka akan diproses lebih lanjut. “Makanya tergantung penyidikan nanti,” kata dia.

Rp113, 3 Miliar

KM Kendhaga Nusantara 14 merupakan kapal tipe Kontainer 100 TEUs pesanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan yang diperuntukkan untuk mendukung program Tol Laut di Wilayah Timur Indonesia. Kapal dibangun atas kerja sama operasi (KSO) antara PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) bersama PT Krakatau Shipyard. Kontrak proyek pembuatan kapal tertera dalam nomor kontrak: KTRK 03/ PEMB.KONTAINER/PPKAPBN/ N/XII/2015 Direktorat Jenderal Perhubungan laut Kementerian Perhubungan.

Sumber anggaran dari APBN 2015- 2017 dengan sistem multiyears (3 tahun) senilai Rp113,3 miliar. Dirjen Hubla Kemenhub A Tonny Budiono mengatakan, proses pengerjaan kapal sebenarnya sudah mencapai 61%. “Musibah itu murni kecelakaan kerja dan kiranya agar pihak galangan selalu mengutamakan keselamatan dalam bekerja dengan tetap mengikuti prosedur yang telah ditetapkan,” ujar Tonny dalam siaran persnya kemarin.

Tonny mengungkapkan bahwa hingga kemarin Ditjen Hubla belum menerima laporan resmi dari pihak galangan kapal mengenai peristiwa tersebut. Terkait jatuhnya korban jiwa dan luka, Tonny mengungkapkan rasa prihatin dan belasungkawa. “Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali di kemudian hari,” kata dia.

teguh mahardika/ Sindonews