Edisi 12-08-2017
Korsel Gelar Latihan Pertahanan Sipil


SEOUL– Pemerintah Korea Selatan (Korsel) juga memperluas dan memperbanyak latihan pertahanan sipil yang direncanakan selama bulan ini. Warga Korsel juga menunjukkan kepanikan seiring ketegangan di Semanjung Korea yang semakin memanas.

Kepanikan itu merupakan buah dari perang retorika antara Korea Utara (Korut) dan Amerika Serikat (AS) yang saling ancam. Padahal, rakyat Korsel kerap mengabaikan serangkaian ancaman Korut. Akan tetapi, kali ini mereka menyadari kalau ancaman Korut sepertinya tidak main-main. Penjualan makanan kaleng meningkat 50% pada pekan ini.

“Sejak 2006 saat Korut pertama kali melaksanakan uji coba nuklir, tidak ada respons berlebihan,” ungkap Yoon Hee-yeul, CEO Combat Ration Inc, perusahaan yang menjual makanan kaleng. Dia mengungkapkan, saat ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Babmart, produsen makanan instan, dan jun2food.com, situs penjualan makanan online, mengungkapkan penjualan mereka mengalami peningkatan.

Para petinggi dari kedua perusahaan tersebut menganggap peningkatan tersebut terkait peningkatan ketegangan. Korut sebelumnya mengatakan, militer akan menyelesaikan rencana serangan empat misil ke Guam, wilayah Pasifik AS. Pernyataan itu sebagai balasan upaya Presiden AS Donald Trump menegaskan kalau pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-un tidak menghargai Washington.

Para pakar menyatakan jika Korut meluncurkan misil ke Guam, maka seluruh misil dan artileri juga akan siap ditembakkan. Ratusan ribu tentara dan senjata cadangan akan disiagakan di zona demiliterisasi antara Korut dan Korsel. Sedikitnya 1.000 artileri Korut mampu mencapai wilayah metropolitan Seoul yang dihuni 25 juta orang.

Korsel memperluas partisipasi dalam latihan pertahanan sipil yang akan dilaksanakan pada 23 Agustus lalu. Menurut Shim Kang-cheo, pejabat pemerintahan Seoul, latihan lima menit akan dimulai dengan bunyi sirene di radio dan mobil dihentikan di lokasi yang ditentukan. Warga diminta untuk berlindung di stasiun kereta bawah tanah.

Tahun lalu, hanya lima distrik di Seoul yang menggelar latihan. “Tahun ini, 25 distrik di Seoul akan berpartisipasi,” ujar Shim. Wali Kota Seoul Park Wonsoon mengungkapkan, Korut semakin mendekat ke garis merah. “Seoul harus meningkatkan seluruh langkah pertahanan terhadap potensi ancaman Korut,” ujarnya.

Latihan pertahanan sipil dilaksanakan bersamaan dengan manuver militer pada 21-24 Agustus mendatang bersama bentara AS. Namun demikian, banyak warga Seoul yang tidak mengetahui lokasi 3.200 perlindungan bom nuklir di Seoul. Sebagian besar lokasi perlindungan bom juga tidak memiliki jaringan makanan, air, dan medis.

“Stasiun kereta bawah tanah Korsel memiliki kedalaman dan kekuatan, kita mampu selamat jika ada serangan dari Korut,” ujar Yang Uk, peneliti senior dari Forum Keamanan dan Pertahanan Korea, lembaga penelitian di Seoul. “Sungguh memalukan jika infrastruktur tersebut tidak memberitahukan dengan baik kepada publik dan kita mengalami kekurangan perlengkapan darurat,” katanya.

andika hendra m