Edisi 12-08-2017
Terduga Teroris Serpong Diduga Penyandang Dana ke Suriah


TANGERANG - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, kemarin.

Polisi menyebut pria berinisial SP, 39, tersebut merupakan penyedia dana bagi warga yang hendak berangkat ke Filipina dan Suriah untuk berjihad. Pria yang menempati sebuah rumah di perumahan Melia Grove, Paku Jaya, Serpong Utara, ini ditangkap saat hendak mengantar anaknya bersekolah pagi kemarin.

Polisi menggeledah rumah kontrakan yang terletak di RT/03/RW 23 Blok GM I, Paku Jaya tersebut dan menemukan dan menyita sejumlah barang bukti antara lain satu unit laptop, satu unit CPU, satu unit telepon seluler, buku-buku tentang jihad, sebuah voice recorder , satu unit tablet, dan satu CD yang berisi tentang kompilasi jihad.

Turut disita satu buku agenda, senjata tajam jenis badik, satu buah papan sasaran anak panah, dan dokumen-dokumen penting lainnya. Anggota Polres Tangerang Selatan membawa seluruh barang bukti tersebut dalam empat kardus. ”SP ini diduga mendanai orang-orang yang hendak berjihad ke Filipina dan Suriah untuk melakukan jihad,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul di Jakarta, kemarin.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan langsung di Melia Grove, tampak petugas kepolisian bersenjata laras panjang dari Polres Kota Tangsel melakukan penjagaan di akses masuk menuju perumahan. Ketua RW 23, Candra menjelaskan, SP sudah delapan bulan tinggal mengontrak di lingkungannya. Di rumah itu dia tinggal bersama istri dan dua anaknya.

Kemarin, polisi juga membawa istri SP ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, untuk dimintai keterangan. SP dikenal warga bekerja sebagai wiraswasta pembuat interior bangunan. Interaksi dengan warga dinilai cukup baik. Sehari-hari pria tersebut beserta anak dan istrinya juga berpenampilan biasa dan cukup terbuka serta berbaur dengan masyarakat sekitar.

Tak ada hal yang dinilai mencurigakan dari penampilan dan sikap SP dan keluarganya. Anggota Densus bersama personel Polres Tangsel mengintai kediaman SP sejak Kamis (10/8) dan langsung melakukan penangkapan di pintu gerbang kompleks perumahan kemarin.

Selain itu, kemarin Tim Densus 88 juga menangkap tiga orang terduga teroris lainnya di Kabupaten Muara Jambi, yakni AR, S, dan RB. Ketiganya juga diduga memiliki peran serupa dengan terduga teroris di Serpong, Tangsel. ”Keterlibatan mereka adalah melakukan upaya pengiriman orang-orang ke Filipina,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul kemarin.

Tidak hanya itu, para terduga teroris ini diketahui melakukan praktik pembuatan bahan peledak. ”Ketiga orang ini masih diperiksa intensif, dan apabila mereka terbukti melakukan upaya-upaya yang terkait dengan terorisme maka akan diproses hukum bila tidak maka akan dikembalikan kepada keluarganya,” ujarnya.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki para terduga masuk ke dalam jaringan mana, apakah SP terduga teroris yang ditangkap di Serpong memiliki hubungan dengan terduga teroris yang ditangkap di Muara Jambi. ”Kita masih terus mendalami masuk jaringan mana,” ujar Martinus.

hasan kurniawan/ Okezone