Edisi 12-08-2017
ASEAN Harus Bermanfaat bagi Masyarakat


JAKARTA– Menapaki usia setengah abad, ASEAN harus bisa memberikan manfaat kepada masyarakat di wilayah ini. Salah satunya harus mempererat kerja sama karena tantangan masa depan akan semakin sulit.

Presiden Joko Widodo mengatakan, tantangan yang akan dihadapi ASEAN di masa depan tidak mudah. Baik pada level politik, keamanan maupun ekonomi, ASEAN akan menghadapi tantangan baru seperti ancaman terorisme serta kejahatan lintas batas yang semakin nyata.

”Saya melihat tantangan yang akan dihadapi ASEAN di masa mendatang tidak mudah,” kata Presiden saat peringatan 50 Tahun ASEAN di ASEAN Hall, Sekretariat ASEAN, Jakarta, kemarin. Dia menjelaskan, di bidang ekonomi, ASEAN harus semakin relevan untuk menjawab tantangan di tengah melemahnya laju perekonomian global.

Integrasi ekonomi ASEAN harus bisa membawa manfaat bagi rakyat ASEAN. Tidak hanya bagi pengusaha, tetapi juga bagi UKM, petani, nelayan, sektor informal, dan mendatangkan manfaat bagi perempuan dan anak muda. Selain tantangan di bidang politik dan ekonomi, kata Presiden, ancaman terorisme dan kejahatan lintas batas juga menjadi tantangan baru.

”Serangan terorisme di Marawi menjadi wake up call bagi kita yang perlu direspons dengan segera. Untuk itu kita harus bersatu menggalang kerja sama, memperkuat sinergi untuk memerangi terorisme,” katanya. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan, menghadapi ancaman terorisme, Indonesia telah menggagas pertemuan trilateral bersama Filipina dan Malaysia untuk membahas penguatan kerja sama pemberantasan terorisme.

Indonesia juga menggagas pertemuan subregional bersama Australia, Selandia Baru, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina pada Juli lalu. Jokowi yakin, dengan kerja sama erat dan kuat, ancaman terorisme di kawasan ini akan mampu dilawan. Dia mengatakan, ASEAN juga harus bersatu melawan perdagangan obat-obatan terlarang.

Jangan sampai kaum muda ASEAN kehilangan masa depannya karena dirusak obatobatan terlarang. Menurut dia, jika hasil pembangunan ASEAN tidak dapat dirasakan manfaatnya, rakyat akan bertanya mengenai manfaat ASEAN itu sendiri.

”Kita harus bekerja keras agar rakyat ASEAN merasakan manfaat dari keberadaan ASEAN. Sudah menjadi tugas kita bersama para penerus ASEAN untuk tetap menjaga agar ASEAN bermanfaat bagi rakyat ASEAN,” kata Presiden.

IPEX 2017

Sementara itu Presiden Jokowi dalam sambutannya pada pembukaan Indonesia Property Expo (IPEX) 2017 meminta kepada kepala daerah untuk mempercepat perizinan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam mengurus rumah. Izin untuk perumahan hanya 6 jam perlu mendapatkan apresiasi.

”Saya kira sudah kuno kalau izin sampai berbulanbulan. Sudah tidak zamannya. Sulit injek sini injek sana urus izin. Saya tahu itu tidak mudah. Karena itu saya sangat menghargai apa yang sudah dilakukan gubernur dan wali kota dalam mempercepat pembangunan perumahan dengan memberikan izin secepat-cepatnya kepada pengembang di provinsi, kabupaten, kota, dan di daerah,” jelasnya.

Sementara itu Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Maryono mengatakan, dalam IPEX 2017 perseroan menawarkan bunga kredit pemilikan rumah (KPR) nonsubsidi 5-6,5%. Perseroan optimistis pameran properti tahunan tersebut akan mencatatkan potensi KPR baru senilai Rp5 triliun.

”Pameran IPEX ini digelar sejalan dengan komitmen kami menjadi integrator utama Program satu juta rumah,” ujar Maryono. Maryono mengungkapkan pihaknya membidik 300.000 pengunjung acara yang berlangsung selama 10 hari tersebut. IPEX 2017 tidak hanya menampilkan pengembang, tapi juga perusahaan building material. Rencananya sebanyak 300 pengembang kecil, menengah, dan besar mengikuti ajang ini.

neneng zubaidah/ rakhmat baihaqi