Edisi 12-08-2017
Belum Alay, Belum Puber


MASA remaja sering disebut sebagai masa transisi, karena remaja merupakan fase peralihan dari anakanak menuju dewasa.

Remaja mulai meniru lingkungan sekitarnya, mencari sosok idola yang dijadikan panutan, dan semakin memperluas pergaulan. “Ya ampun, banyak banget sih perbedaannya. Lebih ke cara berpikir aja sekarang bisa lihat masalah tuh dari berbagai sudut,” ujar Dianty Annisa, salah satu selebgram, saat ditanya apa perbedaan yang paling dirasa selepas dari masa anak-anak ke masa remaja.

Selain pola pikir yang mulai berkembang, perubahan penampilan juga terjadi saat anak-anak memasuki masa pubertas. Kesadaran untuk merawat diri mulai tumbuh, contohnya seperti mulai melakukan perawatan tubuh agar merasa lebih percaya diri. “Mulai centil-centil, mulai pengin bergaya.

Aku sempat merengek juga pengin perawatan segala macam, tapi ternyata memang enggak enak, sakit soalnya,” kata Dianty saat memaparkan hal yang dilakukan dirinya sebelum memasuki masa pubertas. Proses pencarian jati diri yang dialami remaja juga mengiringi masa pubertas.

Tidak heran apabila remaja mulai mengekspresikan diri mengikuti apa yang sedang menjadi trending di sekitarnya demi dicap kekinian. Maka terciptalah kata alay yang merujuk pada perilaku yang norak dan berlebihan. Fase ini mengiringi proses pubertas dan menempati posisi antara fase anakanak dan remaja, yang secara sadar atau tidak pernah dilalui kebanyakan orang.

“(Aku) Alay mah alay banget. Pernah semua dari gaya foto dan gaya mengetik yang alay berlebihan,” kata remaja kelahiran 16 Maret 2000 ini. Dianty yang kini telah bertransformasi menjadi remaja yang cantik sempat tertawa saat ditanyai dan heran mengapa sekarang dirinya tidak lagi seperti dulu.

Meskipun sempat alay , menurutnya justru hal itu bisa menjadi motivasi untuk lebih baik lagi. “Reaksi kalo lihat foto-foto lama ketawa aja sih, kenapa sekarang enggak gitu lagi, hahaha,” sambungnya. Sementara, Bintan Radhita, remaja yang dikenal dengan lagu-lagu cover di YouTube menanggapi tentang bagaimana fase alay untuk dirinya dengan santai. Menurutnya, hal itu adalah suatu yang wajar dan semua orang pasti pernah mengalami.

“Fase alay yang pernah aku rasain sih sekitaran kelas 6 SD-9 SMP. Kalau dilihat-lihat masa lalu aku tuh memang penuh ke-alay-an , enggak tahu tuh nanti kalau sudah kuliah, kerja, atau menikah, kayaknya ya masa-masa aku sekarang juga masamasa alay ,” ucapnya, Gadis yang kini duduk di kelas 11 SMA ini mengaku bahwa saat menjelang remaja banyak mengikuti kegiatan dengan maksud agar tidak bermalas-malasan di rumah.

Alasannya karena sudah mempunyai kesadaran untuk memiliki pola hidup yang lebih baik. “Dulu aku sempat ikut taekwondo, basket, muaythai, dan kabaret. Tapi yang aku tekuni sekarang baru kabaret saja. Lumayan kan banyak bergerak jadi banyak berkeringat juga,” ujar remaja asal Bandung ini. Mulai mengikuti kegiatan di luar rumah ternyata juga dilakukan remaja menjelang masa pubertas.

Remaja tahap awal yang sedang senang-senangnya beraktivitas di luar dan senang menemukan kegiatan baru yang menarik minatnya, membuat mereka labil dan akhirnya ingin mencoba satu per satu setiap kegiatan yang dianggap sebagai wadah mengekspresikan diri. Jadi, masa-masa alay yang mengiri pubertas memang mempunyai kesan tersendiri untuk setiap remaja yang mengalami. SINDO

NOVIRA ANDIANI

GEN SINDO

Universitas Negeri Jakarta