Edisi 12-08-2017
Dipukul, Sekcam Tamansari Bogor Laporkan Camat ke Polisi


BOGOR - Ridwan, Sekretaris Camat Tamansari Kabupaten Bogor, melaporkan Ahmad Sofian, atasannya, ke Mapolres Bogor kemarin.

Tindakan itu dilakukan lantaran Ridwan tidak terima dipukul saat tengah menggelar rapat analisis dan evaluasi jajarannya. Informasi yang diperoleh KORAN SINDO menyebutkan, aksi pemukulan terhadap korban itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, saat itu korban tengah memimpin rapat bersama dengan stafnya di kantor.

Tiba-tiba pelaku masuk ke ruangan dan terlibat adu argumen hingga berujung pada pemukulan sebanyak empat kali. “Dia (pelaku) datang saat saya sedang mimpin rapat dan sempat adu mulut hingga akhirnya saya dipukul di bagian bibir, mulut,” ujar Ridwan.

Menurut dia, semua staf yang hadir di ruang rapat sempat berusaha melerai kedua pimpinannya sebelum terjadi pemukulan, tapiupayatersebut tidak berhasil. “Mungkin dia tidak suka saya memimpin rapat terkait analisis jabatan semua staf kecamatan.

Saya kira itu penting dan sangat urgen karena sudah menjadi program pemerintah,” jelasnya Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena membenarkan dan telah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana penganiayaan yang menimpa pejabat Kecamatan Tamansari. “Saat ini masih dalam penyidikan, pelapor masih dimintai keterangan,” katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhendi mengaku prihatin dengan tindakan kurang terpuji yang dilakukan seorang aparatur sipil negara (ASN), terlebih mempunyai jabatan di tingkat kecamatan. “Ini bisa menjadi preseden buruk bagi ASN atau PNS sebagai pelayan masyarakat yang seharusnya memberikan teladan.

Jika memang adanya kesalah pahaman atau miskomunikasi tidak perlu ditunjukkan, apalagi di hadapan staf. Bupati serta Sekda sebagai pembina tertinggi ASN di Pemkab Bogor harus serius menyikapi persoalan ini sesuai dengan aturan yang berlaku,” ungkapnya. Bupati Bogor Nurhayanti s juga sangat menyayangkan adanya insiden tersebut.

Menurut dia, pihaknya akan memproses sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Dari sisi ASN nya, kami akan sikapi sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No 53/2010 tentang Disiplin PNS,” jelasnya. Pihaknya akan memberikan sanksi jika yang bersangkutan memang terbukti melakukan pelanggaran terhadap PP tersebut.

haryudi