Edisi 12-08-2017
Mempertaruhkan Status


LONDON – Banyak pertanyaan menghampiri Chelsea saat memulai kompetisi Liga Primer musim ini. Pertanyaan paling sulit dijawab adalah mampukah The Blues mempertahankan predikat mereka sebagai juara bertahan? Pelatih Chelsea Antonio Conte dengan tegas menjawab timnya bisa melakukan itu.

Pelatih asal Italia ini tak ragu dengan pernyataannya itu melihat kesiapan Chelsea walau gagal menjuarai Community Shield 2017. Optimisme Conte tak lepas dari pembelian pemain yang dianggapnya memenuhi keinginan serta strategi 3-4-3 yang kemungkinan masih menjadi andalannya.

Formasi itu pula yang diprediksi bakal diterapkan Conte saat Chelsea memulai pertarungan mereka pada Liga Primer musim ini menghadapi Burnley di Stamford Bridge, Sabtu (12/8). Formasi 3-4-3 memang cukup ampuh, terbukti formasi itu membuat Chelsea mengemas 30 kemenangan dari 38 pertandingan saat Conte memulai debutnya bersama The Blues musim lalu.

Formasi itu bahkan turut andil membawa Chelsea mencetak sejarah dengan meraih 13 kemenangan beruntun. Saat itu Chelsea mengandalkan Gary Cahill, David Luiz, dan Cesar Azpilicueta di barisan pertahanan. Sementara Victor Moses dan Marcos Alonso bertugas sebagai full back.

Kedatangan Antonio Rudiger dari AS Roma pada bursa transfer musim panas ini membuat Conte kemungkinan menggeser posisi Azpilicueta. Conte akan menempatkan Rudiger bersama Cahill dan Luiz. Perubahan paling mencolok kemungkinan terjadi di barisan depan.

Diego Costa yang tak lagi masuk rencana Conte membuat target manChelsea kemungkinan ditempati Michy Batshuayi. Striker asal Belgia itu akan ditemani Willian dan rekrutan anyar Chelsea, Alvaro Morata. Akan tetapi, Chelsea bukannya tanpa masalah jelang menghadapi awal kompetisi baru.

Minimnya pembelian pemain top yang dilakukan The Blues ditengarai banyak pihak menjadi kelemahan tim asal London tersebut. Itu terbukti ketika mereka kesulitan menjalani pramusim, yakni kalah dari Inter Milan dan Bayern Muenchen di International Champions Cup. Kesulitan makin mendera Chelsea ketika sebagian pemain memilih pergi seperti Nemanja Matic ke Manchester United.

Padahal, Matic adalah salah satu pemain kunci permainan Chelsea musim lalu. Sementara pengganti Matic, Tiemoue Bakayoko dari AS Monaco, belum bisa dimainkan karena masih mengalami cedera. Kondisi itu membuat Conte hanya bisa mengandalkan pemain yang ada. Conte pun harus pintar memutar otak seiring absennya Eden Hazard yang masih dibekap cedera.

Conte tak memedulikan itu. Dalam benak mantan pelatih tim nasional Italia tersebut, persiapan timnya lebih dari segalanya. ”Sangat penting menemukan solusi terbaik. Kami terus berusaha mengembangkan skuad ini,” ujar Conte, dilansir Daily Mail. Sementara Pelatih Burnley Sean Dyche menyadari Chelsea tetap sebagai tim paling favorit menjuarai Liga Primer musim ini.

Prediksi Dyche itu tak lepas dari figur seorang Conte yang terlalu lihai dalam meracik pemainnya. Karena itu, Dyche tak sungkan memuji Conte sebagai salah satu pelatih terbaik, baik di Liga Primer maupun dunia. ”Formasinya (Conte) sulit dilumpuhkan. Kami tentunya mendapat tantangan berat, apalagi menghadapi mereka di Stamford Bridge. Tapi, kami justru tertantang untuk bisa menaklukkan mereka,” tandas Dyche.

edi yuli








Berita Lainnya...