Edisi 12-08-2017
Nadal Disingkirkan ABG


MONTREAL – Petenis nomor 2 dunia Rafael Nadal tersingkir menyakitkan dari Piala Rogers 2017. Nadal secara mengejutkan kalah 6-3, 4-6, 7-6 dari petenis ABG (anak baru gede) Denis Shapovalov di Uniprix Stadium, Montreal, Kanada, kemarin.

Shapovalov, 18, merasa tidak percaya bisa mendapatkan kemenangan pertamanya dari petenis yang berada pada posisi 5 besar dunia itu. Apalagi, dia mengaku bisa bermain menghadapi Nadal merupakan mimpinya ketika dia masih beranjak dewasa. Jadi, keberhasilannya mengalahkan petenis top dunia itu benarbenar di luar dugaannya.

“Itulah yang saya impikan sepanjang hidup saya ketika tumbuh dewasa, bermain melawan, seperti Rafa (Nadal), Roger (Federer), Andy (Murray),” kata Shapovalov, dilansir atpworldtour. “Kamu tahu, mimpi saya terwujud hari ini (mengalahkan petenis top dunia),” ungkapnya. Penampilan Shapovalov memang luar biasa di turnamen ini.

Sebelumnya dia berhasil mengalahkan petenis Brasil Rogerio Dutra Silva (babak pertama) dan Juara AS Terbuka 2009 Juan Martin del Potro (babak kedua). Capaian itu sekaligus membuatnya menembus peringkat 100 besar dunia. Bahkan, dia juga menjadi petenis termuda yang mencapai perempat final turnamen Masters 1000 sejak Bjorn Borg pada 1974.

“Ini langkah yang sangat cepat saat ini, tapi jujur saya sangat bersyukur bahwa saya berada dalam posisi ini,” ucap Shapovalov. “Jika saya tidak menyelamatkan empat match point pada babak pertama (melawan Dutra Silva), mungkin tidak ada kesempatan bermain dengan Juan Martin (Del Potro) atau Rafa. Saya sangat bersyukur untuk ini,” ungkapnya.

Kecemerlangan Shapovalov memang membuat Nadal sedikit kecewa. Pasalnya, Nadal berkesempatan kembali menjadi petenis nomor satu dunia jika mampu mencapai semifinal di turnamen tersebut. Namun, rencananya itu tidak berjalan mulus seusai gagal membendung permainan lawannya yang mendapatkan dukungan dari suporternya.

Shapovalov pun juga menjadi petenis kedua yang mampu mengalahkan petenis nomor dua dunia setelah Nadal mengalahkan Federer di Miami pada 2004. Jelas, petenis yang tampil menggunakan wildcard ini digadang-gadang menjadi petenis terbaik masa depan. Bahkan, Nadal memprediksi bahwa Shapovalov akan menjadi rival yang sulit.

“Dia (Shapovalov) bermain bagus dan memiliki potensi besar,” ujar Nadal. “Saya berharap dia yang terbaik. Dia memiliki segalanya untuk menjadi petenis hebat. Dia bermain dengan tekad besar ketika keadaan permainan dalam keadaan penting,” paparnya. Yang jelas, Shapovalov berhasil melaju ke perempat final pertamanya di ajang Masters 1000.

Petenis yang tinggal di Richmond Hill, Ontario, Kanada, itu akan menghadapi wakil Prancis Adrian Mannarino yang sukses mengalahkan Hyeon Chung dari Korea Selatan 6- 3,6-3. Sementara itu, rival Nadal, Roger Federer, masih bertahan di turnamen ini. Federer merebut kemenangan dari David Ferrer (Spanyol) 4-6, 6-4, 6-2.

raikhul Amar