Edisi 13-08-2017
Awal Buruk Sang Juara Bertahan


LONDON – Hasil di luar dugaan dialami juara bertahan Liga Primer Inggris musim lalu, Chelsea. Tim besutan Antonio Conte tersebut dipermalukan tim papan bawah, Burnley, saat bertindak sebagai tuan rumah di Stanford Bridge, London, tadi malam.

The Blues, julukan Chelsea, kalah 2-3 oleh Burnley. Pada babak pertama Chelsea sudah tertinggal 0-3 dari Burnley. Penampilan buruk Chelsea tidak lepas dari bermain 10 orang sejak menit ke-14, gara-gara Gary Cahill men dapatkan kartu merah langsung. Dia melakukan dribble, lalu kehilangan penguasaan bola. Saat bola nyaris dikuasai oleh pemain Burnley, Steven Defour, Cahill melakukan tekel ber bahaya.

Burnley berhasil memanfaatkan ketimpangan The Blues. Pada menit ke-24, Sam Vokes berhasil memanfaatkan umpan matang Matthew Lowton yang mengirim umpan silang terukur. Tim tamu menggandakan keunggulan pada menit ke-39. Stephen Ward yang mencatatkan namanya di papan skor meneruskan umpan dari Jack Cork. Penderitaan Chelsea pada babak pertama kembali terjadi.

Burnley menambah keunggulan dengan kembali mencetak gol empat menit kemudian. Vokes mencatatkan gol keduanya dalam laga tersebut dengan sundulan kepala. Kali ini giliran Steven Defour yang mengirim umpan ke jantung pertahanan tim asal London barat itu. Ketinggalan tiga gol tanpa balas sepertinya sudah cukup menyulitkan Chelsea untuk bangkit.

Meski begitu, The Blues tetap mampu memperkecil keduduk an. Alvaro Morata yang baru didatangkan dari Real Madrid membuat gol debut saat laga memasuki menit ke-69 memanfaatkan umpan matang William. Saat berusaha mengejar ketertinggalan, Chelsea kembali kehilangan pemain. Kali ini giliran Cecs Fabregas diusir keluar setelah mendapat kartu kuning kedua pada menit ke- 81.

Meski tampil dengan sembilan pemain, Chelsea tetap mampu mencetak gol lewat aksi David Luiz yang kini dimanjakan umpan matang Morata pada menit ke-88. Aksi Luiz akhirnya menjadi gol pamungkas di laga itu. Bagi Chelsea yang bertekad mem pertahankan gelar juara kom petisi tertinggi Inggris itu, jelas hasil tersebut sangat tidak bagus. Chelsea itu terancam memulai perjalanan dari papan bawah klasemen sementara Liga Primer.

Start tidak meyakinkan juga dialami Liverpool. Meski tampil dominan di sepanjang pertandingan, The Reds , julukan Liverpool, malah dibuat dua kali tertinggal di pertandingan perdana mereka di kompetisi Liga Primer Inggris musim 2017/2018. Dijamu Watford di Vicarage Road, Watford, kemarin malam dua tim tersebut bermain imbang 3-3. Watford memimpin lebih dulu di menit ke delapan.

Stefano Okaka membuka keunggulan memanfaatkan sepak pojok. Sadio Mane membalas di menit ke-29. Aksinya di kotak penalti mengubah skor jadi 1-1. Skor imbang cuma bertahan tiga menit, setelah Abdoulaye Doucore membawa tuan rumah kembali memimpin 2-1. Sontekannya memanfaat kan kemelut membuat Watford menutup babak pertama dengan keunggulan.

Di awal babak kedua, Liverpool mampu berbalik unggul. Dua gol cepat di dapat pada menit ke-55 dan 57 lewat penalti Roberto Firmino dan sontekan Mohamed Salah. Skor 3-2 bertahan hingga injurytime . Namun, pada menit ke-93 Miguel Britos menghindarkan Watford dari kekalahan. Sundulannya pada mulut gawang memanfaatkan sepak pojok membuat gawang Liverpool kebobolan. Skor 3-3 menutup laga.

Jika satu poin yang didapat Watford sudah cukup bagus, hal itu tentu tidak bagi Liverpool yang punya target bisa meraih hasil lebih meyakinkan dibanding musim lalu. Tidak sampai di situ, awalan tidak maksimal Liverpool sialnya terjadi di laga ke-100 sang arsitek tim Juergen Klopp.

Mantan pelatih Borusian Dortmund tersebut mencatat kan 100 kali pertandingan dengan rincian 50 di antaranya berakhir dengan kemenangan, ditambah 21 kali kalah, dan sisanya berakhir dengan hasil imbang. “Kami tak beruntung pada akhir laga. Gol penyama (Watford) offside. Hakim garis perlu melihatnya. Saya tak terlalu senang dengan babak pertama.

Kami mengoper, tapi tak tahu apa yang sebenarnya kami inginkan. Babak kedua jauh lebih baik,” ungkap Klopp. Klopp menilai anak asuhnya kurang rapat dalam bertahan dan semestinya tetap menekan, bukan justru bertahan setelah unggul.

“Kedua tim kesulitan dengan permainan 90 menit. Ini adalah laga pertama, wajar saja,. Jika kami menang 3-2, kami tetap harus membenahi area pertahanan. Kami tim yang lebih baik, kami seharusnya menang,” lanjut pelatih asal Jerman itu.

decky irawan jasri