Edisi 13-08-2017
Tabrakan KA di Mesir, 42 Orang Tewas


ALEXANDRIA – Otoritas Mesir terus menyelidiki insiden tabrakan dua kereta yang menewaskan sedikitnya 42 orang di pinggiran Kota Alexandria kemarin.

Kecelakaan maut yang juga mengakibatkan 133 orang terluka itu ditengarai akibat kesalahan pengalihan jalur rel. Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 14.15 waktu setempat di dekat Stasiun Khorshid atau wilayah pinggiran Kota Alexandria. Kereta 13 Express jurusan Kairo-Alexandria diduga menabrak gerbong belakang kereta No 571.

Saking dahsyatnya tabrakan, mesin kereta api lepas dan dua gerbong anjlok. Seorang saksi bahkan mengatakan dua gerbong terpelanting hingga membentuk segitiga piramida. Menteri Transportasi Hisham Arafat juga menduga adanya kesalahan teknis. Namun dia tidak menerangkannya secara terperinci.

”Untuk menghindari kecelakaan serupa di masa mendatang, kami perlu mengembangkan infrastruktur kereta api,” ujar Arafat seperti dikutip Reuters kemarin. ”Sebuah proyek untuk meningkatkan fasilitas kereta api sudah berjalan. Namun rencana itu memerlukan waktu dan anggaran yang tidak sedikit,” sambung dia. Pernyataan Arafat bukan tanpa dasar.

Seperti dilansir media terkemuka Mesir Egypt Today, anggaran yang diperlukan Pemerintah Mesir untuk mengembangkan kereta api nasional mencapai 45 miliar poundsterling. Namun proyek itu kembang kempis sejak 2014. Infrastruktur kereta api di Mesir dinilai buruk karena sebagian sudah tua dan masih manual. Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi meminta adanya penyelidikan terhadap insiden itu.

Sesuai dengan perintah dari Al-Sisi, Arafat mengaku sudah menerjunkan tim penyelidik ke tempat kejadian, termasuk mewawancarai para masinis. Arafat menambahkan, timnya langsung berupaya memindahkan bangkai kereta agar kereta lain dapat beroperasi.

Anggota Dewan Shura Mesir Mohamed Kamal mengatakan kompensasi terhadap korban akan cair dalam 72 jam. Menurut dia, korban berasal dari enam kota. Seorang warga bernama Hoda yang saat kejadian sedang berada di atap rumah mengaku menyaksikan tabrakan itu langsung. ”Mereka terbang ke udara seperti membentuk piramida saat berbenturan. Saya pun menjerit,” katanya.

Masyarakat setempat pun kaget dan langsung mendatangi sumber suara keras itu. Penumpang yang selamat Moumen Youssef mengatakan kereta yang dia tumpangi melaju sangat cepat. ”Tahutahu saya sudah jatuh tersungkur. Ketika keluar dari kereta, kami melihat empat gerbong kereta rusak parah dan banyak tubuh manusia bergelimpangan,” terangnya.

Korban luka-luka langsung dibawa ke rumah sakit. Mesir memiliki catatan kecelakaan kereta api yang cukup panjang. Pada 2012, sebuah kereta menabrak sebuah sekolah di Kairo hingga menewaskan 50 orang. Kecelakaan terburuk terjadi 10 tahun sebelumnya. Saat itu tujuh gerbong kereta yang dipadati penumpang terbakar hingga menewaskan 360 orang.

muh shamil