Edisi 13-08-2017
Presiden Tekankan Pentingnya Pancasila


BOGOR – Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya Pancasila untuk menjawab tantangan yang dihadapi bangsa. Pancasila juga menjadi kunci untuk berkompetisi dan untuk bertahan dari infiltrasi ideologi.

Menurut Presiden Jokowi, tantangan ke depan bukan semakin mudah tapi akan semakin berat. Oleh sebab itu, tanpa ideologi yang mengarahkan maka Indonesia akan sulit bertarung dengan negara lain. ”Arahkan kembali cita-cita kemerdekaan itu ke mana. Ideologi itu yang mengarahkan kita. Jangan sampai dilupakan,” ujarnya saat meluncurkan program Penguatan Pendidikan Pancasila di Istana Bogor, Jawa Barat kemarin.

Presiden mengingatkan bahwa infiltrasi ideologi itu nyata dan ada melalui media sosial, baik itu lewat Facebook, Instagram, video blog ataupun Twitter. Maka itu, Jokowi meminta segenap masyarakat untuk berhati- hati, jangan sampai nilai karakter Indonesia hilang karena terjangan infiltrasi ideologi. Dia juga mengatakan banyak yang mengira bahwa pertarungan ideologi sudah berakhir ketika Tembok Berlin roboh.

Padahal infiltrasi ideologi saat ini bisa masuk dengan cara yang berbeda, entah melalui musik, tari, ataupun ekonomi. Adanya Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) dinilai tidak akan bisa bekerja sendiri. Jokowi meminta perguruan tinggi, organisasi masyarakat keagamaan, dan organisasi pemuda harus bekerja bersama dalam membangun kembali pembinaan ideologi Pancasila ini.

”Mahasiswa saya titip sering posting tentang Pancasila, ingatkan keragaman, ingatkan kemajemukan agar seluruh rakyat tahu bangsa kita sangat majemuk,” paparnya. Menristek Dikti M Nasir mengatakan, sebenarnya mata kuliah Pancasila sudah diajarkan di kampus pada Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU).

Namun karena adanya perubahan zaman dan tantangan global, pemerintah harus merumuskan kembali agar internalisasi Pancasila semakin tidak tergoyahkan. Selain internalisasi Pancasila, kementerian dengan UKP PIP akan membahas agar nilai dan juga filosofi Pancasila bisa masuk di semua mata kuliah.

”Bagaimana (Pancasila) untukpersainganglobal, bagaimana untuk persatuan, bagaimana untuk membangun ekonomi, dan juga kehidupan ini nanti akan dijabarkan. Nanti Pancasilanya dulu kita tata dengan internalisasi,” ucapnya.

neneng zubaidah