Edisi 13-08-2017
Tesla Segera Tes Truk Self Driving Tenaga Listrik


Tesla segera menguji prototipe truk listrik tanpa pengemudi di California dan Nevada. Kendaraan semi-truk berbodi panjang itu akan mengemudi sendiri dan bergerak beriringan secara otomatis mengikuti kendaraan terdepan.

Rencana itu terungkap dalam diskusi potensi tes jalan antara Tesla dan Nevada Department of Motor Vehicles (DMV). “Pejabat California juga bertemu Tesla untuk berbicara tentang upaya Tesla dengan truk otonom,” papar juru bicara DMV Jessica Gonzalez kepada kantor berita Reuters . Tesla pertama kali mengumumkan niatnya memproduksi truk listrik setahun silam.

Pendiri Tesla Elon Musk kemudian menulis tweet pada April lalu bahwa kendaraan semi-truk itu akan dirilis pada September. Dia juga menegaskan kembali komitmen dalam rapat pemegang saham tahunan Tesla pada Juni lalu. Meski demikian, dia tidak pernah menyebut tentang kemampuan mengemudi secara otonom.

Tesla juga menyebutkan teknologi self driving pada truk listrik itu akan dirilis pada September. Seiring proses yang mendekati tes nyata, Tesla jelas memasuki bidang transportasi yang sangat kompetitif. Ini bukan pertama kali truk tanpa pengemudi dites di jalan raya Amerika Serikat (AS).

Truk self driving pertama kali diuji pada Oktober tahun lalu saat kendaraan Uber mengirimkan ribuan boks Budweiser sejauh 190 kilometer dari Fort Collins menuju depot di Colorado Springs. Dalam percakapan email pada Mei dan Juni antara Tesla dan Nevada DMV, membahas tes dua prototipe truk di Nevada.

“Untuk menjamin kami di situasi yang sama, tujuan utama kami adalah kemampuan mengoperasikan prototipe truk kami di sepanjang jalan negara bagian Nevada dan California secara beriringan dan atau secara otonom tanpa ada orang dalam kendaraan,” ungkap pejabat regulator Tesla, Nasser Zamani pada pejabat Nevada DMV April Sanborn.

Hingga saat ini belum ada perusahaan yang menguji truk self driving di Nevada tanpa satu pun orang di dalam truk. Juru bicara California DMV Gonzalez menjelaskan, Tesla telah meminta bertemu untuk memperkenalkan staf baru dan membicarakan upaya Tesla dengan truk otonom. Dia menjelaskan, DMV tidak tahu pasti level otonomi di truk tersebut.

Tesla menjadi pemimpin dalam pengembangan kemampuan mengemudi otonom untuk mobil mewah, termasuk Model 3 yang mulai diproduksi. Beberapa perusahaan Silicon Valley juga mengembangkan teknologi mengemudi otonom pada truk jarak jauh, termasuk Uber Technologies Inc dan Alphabet’s Waymo.

Mereka melihat industri itu sebagai pasar utama untuk teknologi itu karena memiliki kecepatan yang relatif tetap dan truk melintasi sedikit persimpangan jalan serta membuat pengemudi dapat beristirahat saat truk tetap berjalan. Beberapa perusahaan juga mengerjakan teknologi untuk mengemudi secara beriringan atau berbaris.

Jika truktruk di barisan belakang itu dapat secara otomatis mengikuti kendaraan terdepan, maka truk tidak memerlukan pengemudi. Musk mengakui, potensi konsumennya besar untuk truk listrik jarak jauh, tapi dia menghadapi keraguan bahwa Tesla dapat mewujudkannya. Ini terkait dengan keterbatasan kapasitas baterai sehingga jarak yang ditempuh juga tak bisa terlalu jauh.

Peneliti baterai lithium ion Venkat Viswanathan dari Carnegie Mellon Universitymenjelaskan, truklistrikjarakjauh belum layak secara ekonomis. “Muatan Anda yang terberat adalah baterai. Baterai yang besar diperlukan agar jaraknya jadi kompetitif dengan solar,” ujarnya.

“Truk bermesin diesel yang digunakan oleh United Parcel Service Inc dapat menempuh 500 mil atau 800 km dengan satu tangki terisi penuh,” kata Direktur Perawatan dan Engineering Operasional Internasional UPS Scott Phillippi. Dibandingkan dengan truk pengiriman paket lokal yang hanya dapat menempuh 80 mil untuk satu kali pengisian baterai.

syarifudin