Edisi 13-08-2017
Bangsa Ini Butuh Sosok Pemimpin


Di tengah situasi bangsa yang karut-marut, di mana korupsi merajalela, baik di kalangan pembuat undang-undang atau legislatif, kalangan eksekutif, juga yudikatif, sosok pemimpin senantiasa dirindukan.

Sosok pemimpin yang memiliki integritas sangat dibutuhkan, bahkan untuk konteks saat ini dibutuhkan banyak. Kerinduan akan sosok pemimpin yang memiliki integritas tinggi mengemukan dalam diskusi dan peluncuran buku Ekonomi, Korupsi, dan Harkat Bangsa; Pikiran, d a n Sikap Birokrat Negarawan, Kamis (10/8) malam, di Jakarta.

Peluncuran buku yang berisi kumpulan tulisan Marie Muhammad (alm) itu bertepatan dengan hari jadi ke-19 Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI). Marie Muhammad, salah satu putra terbaik bangsa karena kejujuran, keberanian, kesederhanaan, dan profesionalisme dimilikinya. Hal tersebut diakui mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshidiqie.

Jimly mengatakan, saat ini sosok pemimpin seperti Marie Muhammad sangat dibutuhkan. ”Kejujuran, kesederhanaan, kompetensi seorang pemimpin sangat penting. Jangan mudah terpesona dengan pemimpin hasil polesan media,” katanya. Menurut Jimly, kejujuran Marie tampak dari sikap dan tindakannya yang hanya mengambil apa yang menjadi haknya.

Marie tidak mengambil apa-apa yang bukan haknya. Semasa hidup dan berbakti kepada negara, Marie malah melaksanakan kewajibannya lebih dari semestinya, tidak dikurangkurangi. ”Inilah yang menjadikan sosok Marie bisa bertahan dan terus menapaki jenjang birokrasi dari level rendahan sampai level tertinggi,” tutur Jimly.

Hal yang sama juga diakui Ketua Institut Harkat Negeri (IHN) Sudirman Said. Menurut mantan Menteri ESDM ini, sosok pemimpin seperti Marie Muhammad perlu diperbanyak di semua level kepemimpinan di negeri ini.

Sebab, pemimpin seperti Marie terbukti dapat melakukan perubahan dan memberi inspirasi untuk perbaikan. ”Kita harus perbanyak sosok pemimpin bersih di semua level, di semua sektor. Pemimpin yang jujur, kompeten, dan berani melakukan terobosan mampu melakukan perubahan untuk perbaikan,” paparnya.

donatus nador