Edisi 13-08-2017
Bekerja seperti ”Ibu Peri”


Melalui metode perawatan khusus, dokter antiaging Olivia Ong mampu mewujudkan impian para wanita untuk senantiasa terlihat cantik. Tak hanya itu, prestasi tingkat internasional pun berhasil direngkuh Olivia berkat kepiawaiannya di bidang perawatan kulit.

Olivia yang juga pemilik Jakarta Aesthetic Clinic (JAC) menjadi salah satu dokter kecantikan incaran para wanita. Apalagi kliniknya itu sudah mendapat pengakuan dari dunia internasional. Belum lama ini, JAC meraih dua Golden Record Award 2017 by Merz Aesthetics khusus untuk perawatan ultheraphydi tingkat Asia Pasifik.

JAC mewakili Indonesia mendapatkan posisi second runner updi tingkat Asia Pasifik dan peringkat pertama di Indonesia. Olivia termasuk salah satu dokter antiaging terbaik di Indonesia dan rutin mengedukasi prosedur perawatan tanpa bedah dermafiller, botulinum toxinatau botox, serta bagaimana penggunaannya, bahkan sejak metode treatment tersebut baru masuk ke Indonesia dan belum begitu dikenal oleh masyarakat seperti saat ini.

Bagaimana kisah dokter ini dalam mempercantik pasienpasiennya? Temukan jawabannya melalui wawancara sang dokter bersama KORAN SINDO.

Prestasi yang baru saja Anda terima ialah untuk perawatan ultherapy. Apa keunggulan perawatan ini dibandingkan yang lain dan bagaimana dunia mengakui perawatan ini hingga bisa menjadi yang terbaik?

Di dunia kedokteran banyak metode sehingga kami harus memilih membawa metode yang mana. Saya juga terus belajar sambil membangun JAC. Selalu update, tidak pernah ketinggalan agar Indonesia sebanding dengan negara maju. Apa pun yang sudah ada di dunia seperti ultherapy, apalagi itu yang terbaik, kita bawa ke Indonesia. Semua yang terbaru dan terbaik sudah ada di klinik.

Saya langsung mereferensi dari Eropa dan Amerika Serikat (AS). Terapi ini sudah ada sejak 2008 untuk pengencangan kulit. Ultherapymenjadi yang terbaik dan saya bawa ke Indonesia pada 2016. Perawatan ini berfokus untuk merangsang kolagen pada pusatnya di bagian dalam kulit di atas otot dengan menggunakan teknologi ultrasounddisertai visualisasi.

Ini untuk menjamin presisi dan memberikan hasil yang nyata. Ultherapyadalah salah satu pilihan terbaik di dunia untuk mengatasi kekenduran kulit dan satu-satunya teknologi pengencangan kulit yang bersertifikasi FDA (Food and Drug Administration) atau Badan POM Amerika Serikat.

Perawatan apalagi yang diunggulkan di klinik Anda?

Selain perawatan wajah yang sudah dikenal, kami juga nomor satu pasien terbanyak untuk merawat badan tanpa pembedahan. Menggunakan teknologi yang juga diakui di dunia, yakni coolsculpting, JAC satu-satunya yang dapat sertifikat hasil pendidikan saya di Coolsculpting University. Teknologi canggih kalau tidak ada orang yang pegang, tidak bisa berhasil maksimal. Maka saya terus belajar beserta dokter lain di klinik JAC.

Bagaimana Anda bisa membuka klinik JAC by Olivia Ong?

Dari sebuah klinik kecil pada 2008 dengan nama pribadi, saya berjuang dari nol. Semua saya kerjakan, mulai dari tukang bersih-bersih sampai punya karyawan sendiri. Saya tidak punya impian macam-macam. Sederhana saja, tapi banyak yang menyarankan untuk buka klinik agar bisa membantu banyak orang serta membantu dokter lain. Akhirnya saya mau karena bisa juga membantu dokter.

Dalam pikiran saya karena dokter nanti juga akan membantu pasien lain. Jadi akan semakin banyak yang dibantu. Akhirnya saya mau buka klinik, ingin berbagi ilmu tidak hanya untuk saya sendiri. Dari situ berganti nama menjadi Jakarta Aesthetic Clinic by Olivia Ong pada tahun 2015. Satu dokter saya pilih sendiri yang cocok, tidak hanya dilihat dari skill-nya juga memiliki visi dan misi yang sama dengan JAC.

Sekarang kami sudah memiliki empat dokter. Banyak yang percaya untuk melakukan perawatan wajah kami karena saya selalu menjelaskan secara rinci proses yang sesuai dengan masalah pasien. Tidak saling menumbangkan, malah saling menguatkan karena kami punya ilmu.

Apa tren perawatan wajah yang sedang disukai masyarakat?

Sedang boomingdi Indonesia, yakni perawatan tanpa pembedahan karena orang sudah mulai peduli, bahkan anak-anak muda sudah bagus wajahnya karena mereka melakukan suntik filleryang langsung terlihat hasilnya.

Orang Indonesia juga sudah mengenal keterbukaan informasi, sedang mulai meluas pikirannya, banyak membaca dari para ahli. Masyarakat kita sekarang sibuk dengan aktivitas sehingga mereka menginginkan perawatan yang cepat. Tidak perlu makan waktu dan hasil yang seketika namun tetap aman di kedokteran.

Apa komentar Anda mengenai krim berbahaya bagi wajah yang masih marak di kalangan masyarakat Indonesia?

Adanya krim berbahaya itu karena masyarakat menginginkan hasil yang cepat. Makanya, bagi yang sudah mengerti memilih menggunakan suntik fillerkarena memang instan seperti yang mereka inginkan. Menggunakan krim berbahaya karena ingin cepat putih dan lain-lain masih banyak memakan korban. Tapi, kami terus harus kasih edukasi.

Memang susah. Kami edukasi untuk pakai perawatan dari dokter yang terpercaya. Semua harus dikonsultasikan kepada dokter untuk ditangani secara serius.

Apa tips kecantikan dari Anda?

Cantik dari lahir itu anugerah. Cantik saat usia dewasa itu perlu ada usaha. Butuh sentuhan diri kita sendiri, mau tidak kita merawat. Ada solusi dari kedokteran yang kian canggih. Jadi, jangan menutup diri, datang ke ahlinya dan temukan kehidupan yang lebih baru. Jangan takut datang ke dokter. Jangan selalu beranggapan bahwa dokter itu hanya untuk penyakit, namun dapat pula membuat Anda semakin cantik dan merawat kulit Anda.

Apa tantangan yang Anda rasakan selama berprofesi sebagai dokter kecantikan?

Jika ada tantangan yang menghambat, saya cari solusi cepat. Saya terkadang berpikir seperti lelaki karena selalu menggunakan akal pikiran agar masalah cepat selesai. Setelah menemukan solusi, saya berbagi ke tim saya untuk dibicarakan bersama. Tantangan itu berkah. Kita harus belajar sesuatu dari tantangan. Saya selalu menikmati hari-hari sebagai dokter kecantikan.

Memang sangat melelahkan menghadapi banyak orang setiap hari, tapi nikmati saja. Setiap pagi saya selalu bersemangat untuk bertemu pasien. Lebih semangat lagi jika di ruang konsultasi sampai sore. Memang ya setelah itu sangat lelah. Saya menganggap pasien sebagai saudara yang butuh bantuan. Kadang kalau lemah kita anggap seperti anak atau adik.

Apa suka duka profesi Anda ini?

Dukanya bisa juga menjadi tantangan seperti yang tadi sudah saya jelaskan. Kalau suka, bagi saya setiap pribadi berharga. Saya sangat bahagia bila sedikit saja dipersilakan masuk ke jalur rel hidup setiap orang dan kita bisa meningkatkan kepercayaan dirinya. Dia bisa menjadi seseorang yang berguna bagi orang lain di bidang dia. Inilah saya. Inilah tugas saya yang sangat membahagiakan, ada di belakang panggung.

Saya sudah seperti ”ibu perinya” Cinderella yang membantu mereka untuk tampil di hadapan umum dan meningkatkan kepercayaan diri mereka. Apa pun profesinya, artis, pejabat, apa pun alasannya untuk membuat diri mereka semakin menarik. Saya juga ikut senang bila ada ibu-ibu yang ingin mengembalikan kepercayaan dirinya, mengembalikan rumah tangga yang sedang goyah, kemudian berhasil diatasi. Ini sangat terasa sekali bagi saya.

Apa momen berkesan sepanjang karier Anda?

Bisa menyentuh kehidupan pasien saya, kemudian bisa bantu. Di balik itu saya bisa kasih penghidupan yang layak untuk karyawan, juga dokter yang bekerja sama dengan saya.

ananda nararya