Edisi 13-08-2017
Dinosaurus Terbesar Sepanjang Sejarah


Dengan bobot 76 ton, binatang raksasa pemakan tanaman itu sama beratnya dengan satu pesawat Boeing 737. Para peneliti menamakan dinosaurus itu Patagotitan mayorum sesuai nama wilayah Patagonia tempat penemuan fosil tersebut.

Nama itu juga diambil dari kata Yunani, yakni titan yang berarti besar. Fosil itu ditemukan di selatan Argentina pada 2012. Para peneliti yang memeriksa dan menentukan usia fosil itu menjelaskan, makhluk berleher panjang itu merupakan yang terbesar dari kelompok dinosaurus besar bernama titanosaur.

“Ada sebagian kecil keluarga yang menjadi gila dalam hal ukuran,” papar Diego Pol dari museum paleontologi Egidio Feruglio di Argentina. Diego Pol merupakan salah satu penulis studi yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the Royal Society B pekan ini. Nama kedua dinosaurus itu diambil sebagai penghormatan pada keluarga yang menampung para peneliti selama di lokasi penggalian fosil.

“Enam fosil spesies itu dipelajari dan ditentukan usianya sekitar 100 juta tahun silam berdasarkan debu yang ditemukan di sekitar fosil,” kata Pol. Dinosaurus itu rata-rata memiliki panjang 37 meter dan setinggi 6 meter hingga pundaknya. Tulang dinosaurus itu telah dipamerkan di American Museum of Natural History.

Karena dinosaurus itu sangat besar, maka kepalanya harus diatur sedemikian rupa hingga keluar menuju ruangan aula di museum yang terletak di New York tersebut. “T-rex dan dinosaurus lain pemakan daging yang legendaris terlihat kerdil saat Anda menempatkan mereka dekat salah satu titanosaur raksasa ini.

Ini seperti saat Anda menempatkan seekor gajah di samping seekor singa,” ujar Pol. Pol menjelaskan, para peneliti telah mengetahui titanosaur sebelumnya, tapi penemuan terbaru ini merupakan spesies baru dan mungkin genus baru yang merupakan kelompok lebih besar.

Sebelumnya, para peneliti menyatakan titanosaur bernama Argentinosaurus sebagai yang terbesar. Namun, gelar terbesar itu kini dimiliki oleh Patagotitan mayorum. “Saya tidak berpikir mereka menakutkan sepenuhnya. Mereka mungkin binatang besar yang bergerak lamban. Berdiri. Berjalan sekitar.

Mencoba lari. Ini benar-benar menantang bagi binatang besar,” paparnya. Pol menambahkan, pertanyaan penting, yaitu bagaimana dinosaurus ini menjadi sangat besar. Para peneliti masih mempelajari penyebabnya, tapi mungkin itu terkait dengan tumbuh pesatnya berbagai tanaman ketika itu.

Adanya hutan seperti paket semua bisa dimakan bagi dinosaurus ini sehingga mereka tumbuh semakin besar. “Sulit dipungkiri bahwa ini binatang darat terbesar yang pernah ditemukan,” kata paleontologis dari Universitas Maryland Thomas Holtz. Paleontologis di Macalester College yang tidak terlibat dalam studi itu, Kristi Curry Rodgers, memuji penemuan itu sangat penting.

“Fakta bahwa tulang Patagotitan menunjukkan tanda bahwa mereka belum menyelesaikan pertumbuhan mereka sehingga berarti ada dinosaurus yang lebih besar di luar sana menunggu untuk ditemukan,” ujarnya. Tulang iga dan tulang belakang merupakan beberapa penemuan dari lahan pertanian La Flecha, Provinsi Chubut, Argentina, pada 2013.

Para peneliti sekarang sedang menyelidiki fosil-fosil milik sedikitnya enam titanosaur berbeda yang tewas di daerah rawa sebelum diawetkan secara alami dalam lumpur. Studi fosil itu menunjukkan, dinosaurus yang disebut Patagotitan mayorum itu memiliki bobot sekitar 76 ton dan berukuran lebih dari 35 meter dari hidung hingga ekor.

Titanosaur hidup 100 juta tahun silam saat periode Cretaceous dan merupakan sauropod atau pemakan tumbuhan dengan ekor dan leher panjang yang berdiri dengan empat kaki. Penemuan ini juga menjadi indikasi pertama bahwa titanosaur merupakan binatang dengan aktivitas sosial. Para pakar menunjukkan Patagotitan memiliki berat tubuh sekitar 76 ton.

Bobot tersebut lebih berat 15% dibandingkan Dreadnoughtus, titanosaur terbesar yang fosil bagian femur (tulang paha) dan humerus (tulang lengan) telah disimpan. Meski beberapa peneliti memperkirakan Patagonian titanosaur, Argentinosaurus, sebagai binatang darat terbesar sepanjang sejarah dengan bobot lebih dari 80 ton, tapi perkiraan itu tidak berdasarkan pengukuran seluruh anggota tubuh dan mungkin tidak terlalu akurat.

“Tulang belakang dari Argentinosaurus menunjukkan binatang itu 10% lebih kecil dibandingkan Patagotitan,” ungkap Dr Jose Carballido dari Museo Paleontologico Egidio Feruglio di Argentina. Mereka menulis di jurnal Proceedings of the Royal Society B bahwa perkiraan bobot tubuh yang lebih besar serta perbandingan tulang belakang, menempatkan Patagotitan sebagai spesies dinosaurus terbesar yang pernah ditemukan.

Bobot patagotitan dua kali lebih berat dibandingkan beberapa sauropod besar dari era awal Jurasik, masa saat binatang raksasa, seperti Giraffatitan yang sebelumnya disebut brachiosaurus dan Apatosaurus ada di bumi. Sauropod merupakan binatang darat terbesar yang pernah hidup dan kelompok ini mirip dengan titanosaur dalam ukurannya.

“Di sini kami menggambarkan titanosaur raksasa baru, yang tak hanya mewakili sauropod terbesar yang pernah digambarkan selama ini, tapi juga salah satu titanosaur paling lengkap yang pernah ditemukan hingga sekarang,” tulis para peneliti dalam jurnal tersebut.

“Takson baru itu ditunjukkan oleh sedikitnya enam spesimen berbeda. Berdasarkan data taphonomis, historis dan ekologis yang ada, kami memperkirakan kumpulan sauropod spesies tunggal ini sebagai bukti pertama perilaku sosial di antara titanosaur raksasa,” pungkas para peneliti.

syarifudin