Edisi 18-08-2017
Mudah Terlupakan


JIKA sebuah film tak memiliki ide unik untuk diceritakan, setidaknya cara bercerita (story telling )-nya mesti menarik demi memikat penonton.

Entah melalui dialognya, bumbubumbu gimmick atau humornya. Sayangnya, The Emoji Movie tak memiliki semuanya. Film garapan sutradara Tony Leondis ini bercerita tentang para emoji yang hidup dan aktif dalam ponsel pintar seorang remaja lelaki bernama Alex (disuarakan Jake T Austin). Ya, idenya mirip Inside Out . Namun, film tersebut telanjur membuat standar yang tinggi untuk sebuah ide dan penceritaannya, dan The Emoji Movie sangat jauh tertinggal di belakang.

Memang, kisah film ini lebih banyak berkutat di kehidupan para emoji dalam ponsel, berbeda dengan Inside Out yang memberikan hubungan menyatu antara karakter manusia dan perasaan-perasaannya. Dalam The Emoji Movie , kisah berfokus pada Gene (T.J. Miller), emoji “meh” yang ternyata bisa menampilkan sejumlah emoji lainnya. Padahal, satu emoji mestinya hanya bisa menampilkan satu kode yang ditakdirkan untuknya.

Multiekspresi Gene ini membuat kekacauan pada pesan singkat yang dikirim Alex. Juga membuatnya sulit berkirim emoji ke gadis yang ditaksirnya. Demi menyembuhkan “meh”-nya, Gene pun melakukan perjalanan yang mengantarkannya pada arti “menerima keunikan yang ada pada diri kita”. Seperti sudah dikatakan sebelumnya, film ini nyaris gagal di semua lini. Dialog dan ceritanya mudah ditebak, visualnya tak menawarkan hal baru, humornya pun tak bekerja dengan baik. Satu-satunya yang bisa dibilang penyelamat mungkin adalah suara James Corden, komedian dan pembawa acara televisi yang terkenal dengan Carpool Karaoke- nya.

Corden yang membawakan emoji “Hi-5” terlihat berusaha keras agar bisa menghibur penonton, namun skenario memang tak bisa membantunya. Satusatunya yang mungkin terhibur dengan film ini bisa jadi adalah anak berumur di bawah 10 tahun, yang memang tampaknya menjadi target film ini.

(herita)