Edisi 13-09-2017
Florida Berangsur Normal, Kerugian Rp526 T


MIAMI – Sebagian wilayah Negara Bagian Florida mulai berangsur normal selepas diterjang Badai Irma. Kerugian akibat Badai Irma diperkirakan mencapai USD40 miliar (Rp526 triliun).

Pusat Badai Nasional (NHC) kemarin menyatakan, Badai Irma telah melemah dan menjadi siklon pascatropis. Siklon itu membawa angin dengan kecepatan 24 km per jam dan bergerak di sekitar Birmingham, Alabama. Banyak warga yang telah kembali ke rumah mereka untuk menyurvei kerusakan akibat bencana tersebut. Pemerintah lokal menyatakan sekitar 90.000 penduduk Miami Beach dan sebagian warga Florida Keys diperbolehkan kembali ke rumah.

Namun, mereka juga memperingatkan kalau situasi masih berbahaya. Akses jalan menuju wilayah Monroe kemarin dibuka untuk penduduk dan pemilik bisnis. Namun, tidak ada jadwal kapan wilayah lainnya akan dibuka secara keseluruhan. ”Penduduk yang kembali ke rumah harus mempertimbangkan pelayanan yang terbatas.

Sebagian wilayah belum mendapatkan aliran listrik dan air. Layanan telekomunikasi juga belum kembali normal. Seluruh stasiun pengisian gas juga masih ditutup,” demikian saran Komisioner Dewan Wilayah Monroe, Florida, dilansir Reuters. Salah satu warga yang kembali ke rumahnya, Melida Hernandez, 67, menemukan rumahnya tertimpa pohon besar di Little Haiti, Miami.

”Saya ingin menangis. Tapi ini adalah kehidupan,” ujarnya. Beberapa bandara besar di Florida, termasuk Bandara Internasional Miami mulai beroperasi normal. Saat Badai Irma menerjangFlorida, ribuanpenerbangan dibatalkan dan banyak bandara ditutup. Kendati demikian, aktivitas perkantoran dan bisnis belum normal. Sebagian besar pusat penampungan pengungsi kemarin juga sudah ditinggalkan warga, termasuk di Estero, selatan Fort Myers.

Hanya beberapa pengungsi yang sakit masih bertahan, termasuk Don Sciarretta, 73, dan kekasihnya, Elsie Johnston, 90, yang mengidap penyakit Alzheimer. ”Untuk badai berikutnya, saya memilih tinggal di hotel atau rumah teman saja. Saya tidak ingin menginap di kamp pengungsian lagi,” ujar Sciarretta.

Badai Irma menerjang Florida sekitar dua pekan setelah Badai Harvey yang menewaskan 60 orang dan menyebabkan kerugian properti mencapai USD180 miliar (Rp2.368 triliun) di Texas. Menurut firma AIR Worldwide, kerugian properti akibat Badai Irma diperkirakan mencapai antara USD20 miliar (Rp263 triliun) hingga USD40 miliar (Rp526 triliun).

Sebenarnya prediksi itu lebih rendah dari sebelumnya, di mana kerugiannya mencapai lebih dari USD50 miliar (Rp567 miliar). Para pialang saham di Wall Street memperkirakan proses pemulihan akibat badai itu akan menurunkan pertumbuhan ekonomi AS. Sementara itu, Gubernur Florida Rick Scott mengungkapkan bahwa banyak kerusakan di wilayahnya.

”Saya berharap semua orang bisa selamat,” ujarnya. Selain itu, banyak hal mengerikan dan menakutkan yang terjadi pascabadai. ”Khususnya di wilayah Keys, itu membutuhkan jalan panjang untuk proses pemulihan yang panjang,” katanya, dilansir BBC. Lebih lanjut Scott mengungkapkan, dia tidak melihat terlalu banyak kerusakan akibat badai.

”Badai Irma tidak seburuk dengan apa yang kita pikirkan,” ujarnya. Tantangan terbesar proses pemulihan pascabadai adalah mengembalikan aliran listrik, air, pasokan bahan bakar, dan layanan medis. Sebanyak 7,4 juta rumah di Florida dan negara bagian sekitarnya belum mendapatkan pasokan listrik. Dibutuhkan waktu beberapa pekan untuk memulihkan layanan listrik.

”65% wilayah Florida belum mendapatkan pasokan listrik,” kata Scott. Selain itu, tantangan paling nyata adalah banjir yang masih terjadi di sebagian wilayah Florida. Luapan banjir masih terjadi di Sungai St Johns dan Cedar. Pemerintah Florida menekan untuk bergerak cepat dalam proses pemulihan pascabadai.

Sekitar 2.000–3.000 pekerja perawatan fasilitas umum mulai menginspeksi jaringan listrik sejak Senin (11/9). Para petugas yang diterjunkan bukan hanya Florida, tetapi dari negara bagian lainnya. ”Kita menggunakan jas hujan dan jalanan hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki,” ungkap petugas pelayanan fasilitas umum, Gus Beyersdorf, 40.

Wali Kota Miami Carlos Gimenez menilai kerusakan akibat badai tidak terlalu parah. ”Kita bersyukur kalau wilayah kita tidak terlalu parah dibandingkan dengan kawasan di Florida lainnya. Terima kasih Tuhan,” ucapnya. Kemudian, Kapal Induk Amerika Serikat (AS) Abraham Lincoln dan dua kapal amfibi tiba di perairan timur Florida.

Militer mulai mendistribusikan makanan dan mengevakuasi lebih dari 10.000 penduduk di Florida Keys yang tidak mengungsi sebelum badai. Dampak kerusakan di Florida dan negara tetangganya tidak lebih parah dibandingkan negara-negara Karibia.

Badai Irma telah menewaskan sedikitnya 40 orang, termasuk 10 warga di Kuba. Saat menerjang Florida, yang mana korban tewas enam orang, kemudian tiga orang di Georgia, dan satu orang di South California.

andika hendra m




Berita Lainnya...