Edisi 13-09-2017
Inggris Dominasi Investasi di Sulawesi Selatan


MAKASSAR – Investor dari Inggris mendominasi nilai investasi yang ada di Sulawesi Selatan dengan total nilai hingga Rp2,35 triliun hanya untuk delapan proyek hingga triwulan II 2017 .

Realisasi investasi asing di Sulsel mengalami lonjakan yang sangat signifikan dalam setahun terakhir. Selain Inggris, sejumlah negara memang semakin bergairah menanamkan modal di pintu gerbang kawasan timur Indonesia (KIT).

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMD-PTSP) Sulsel, dua negara yang menanamkan modalnya paling besar, selain Inggris, di posisi kedua dari Virgin Island dengan realisasi investasi Rp770,6 miliar untuk satu proyek saja. Kepala Dinas PMD-PTSP Sulsel AM Yamin mengatakan, dari sisi anggaran, realisasi investasi Inggris di Sulsel memang yang terbesar hingga triwulan II 2017.

”Laporan Kegiatan Penanaman Modal terakhir, investasi Inggris paling menonjol dari sisi anggaran. Kenaikannya dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sangat luar biasa, dari Rp4,7 miliar menjadi Rp2,35 triliun," katanya, Selasa (12/9). Sementara investor asal Singapura tampil sebagai investor dengan proyek terbanyak.

Hingga triwulan II tahun ini, Negeri jiran tersebut telah berinvestasi untuk 24 proyek dengan anggaran Rp268,47 miliar. Jumlah itu sedikit lebih baik dibandingkan Malaysia dengan 23 proyek dengan total investasi Rp90,5 miliar. Menurut Yamin, investor Inggris tertarik pada industri makanan yang memang menyumbang investasi terbesar di Sulsel.

Tercatat investasi pada industri makanan di Sulsel menembus Rp2,57 triliun yang terdiri atas 31 proyek.”Jumlah itu meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya mencatatkan Rp28,07 miliar dari dua proyek. Tapi saat ini industri makanan menjadi hal yang diminati," katanya.

Untuk jumlah keseluruhan, realisasi investasi asing pada triwulan II 2017 mengalami peningkatan hingga Rp1,2 triliun ketimbang triwulan I tahun ini. Investasi asing di Sulsel saat ini sudah menembus Rp3,88 triliun dari sebelumnya Rp2,68 triliun. Dari investasi asing tersebut mampu menyerap tenaga kerja 1.238 orang untuk mengerjakan 109 proyek.

Gu-ber-nur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, para investor Inggris antusias berinvestasi salah satu sebabnya ada jaminan dari PemerintahProvinsiSulsel.” Bukan hanya pengurusan izin, tapi mereka juga melihat komitmen pemerintah, saya yang menjamin mereka," katanya.

Dia menjelaskan, saat ini memang investor asing berlomba- lomba ke Sulsel.”Karena memang kami memberikan jaminan, itujadidaya tarikjugake mereka semua, makanya saat ini banyak investor asing berlombalomba ke Sulsel," tandasnya.

agus nyomba


Berita Lainnya...