Edisi 13-09-2017
Kemiskinan di Madura Tertinggi Se-Jatim


SURABAYA– Hasil Kajian Ekonomi Regional (KER) Jawa Timur (Jatim) dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan, selama kurun 2013–2015, Madura merupakan daerah termiskin di Jatim dengan rata-rata sebesar 21,86%.

Angka itu jauh lebih tinggi di atas ratarata kemiskinan nasional yang mencapai 11,19%. Kemiskinan di Madura terjadi di semua kabupaten, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, persentase tingkat kemiskinan absolut di Jatim pada 2012 dan 2014 masing-masing sebesar 13,08% dan 12,28%.

Pada periode tersebut, tingkat kemiskinan di wilayah Madura tercatat paling tinggi, yakni mencapai 28% di 2012 dan 26% di 2015. “Pendapatan per kapita masyarakat Madura juga paling rendah di Jatim. Di kisaran Rp9 juta–15 juta/tahun, jauh di bawah angka Jatim yang mencapai Rp30 juta/tahun,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Jatim Difi Ahmad Johansyah, kemarin.

Untuk tingkat pendidikan, data BPS Jatim menunjukkan, angka partisipasi sekolah (APS) di Madura untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama sebanding dengan ratarata Jatim, yakni mencapai 90%. Sementara APS untuk tingkat menengah relatif rendah, yaitu 69,8% di Pamekasan, 58,7% di Bangkalan, dan 55,3% di Sampang.

APS tingkat menengah atas tersebut lebih rendah dibanding rata-rata Jatim 70,4%. Gubernur Jatim Soekarwo mengakui tingkat kemiskinan di pulau garam tersebut tertinggi di Jatim, diikuti Kabupaten Probolinggo. Kemiskinan tersebut mengakibatkan jenjang pendidikan penduduknya relatif rendah. Sehingga wajar ketika banyak angkatan kerja di daerah Madura yang hanya tamatan SD.

lukman hakim







Berita Lainnya...