Edisi 13-09-2017
Macet Sebabkan Warga Beralih ke KA


BANDUNG– Tren masyarakat menggunakan moda transportasi massal kereta api (KA) di jalur perjalanan Bandung–Jakarta (PP) naik signifikan.

Kenaikan tersebut terjadi akibat pergeseran pengguna kendaraan pribadi atau umum. Manajer Humas PT KAI Daop II Bandung Joni Martinus mengakui sejak pertengahan tahun ini penumpang yang menggunakan KA rute Bandung– Jakarta naik sekitar 20%. Hal itu dilihat dari okupasi perjalanan KA yang rata-rata di atas 80%.

Dalam sehari PT KAI bisa mengangkut lebih dari 4.000 orang ke Jakarta. “Trennya terus meningkat. Puncaknya terjadi setelah Lebaran. Penumpang kereta api naik signifikan dibanding tahun sebelumnya,” kata Joni kepada wartawan di Bandung, kemarin. Dia menduga kenaikan tersebut terjadi karena banyaknya proyek infrastruktur yang saat ini sedang digarap di Jakarta.

Proyek tersebut menyebabkan macet sehingga waktu tempuh Bandung–Jakarta menggunakan mobil lebih lama antara 4–5 jam. Saat ini warga lebih memilih menggunakan KA dengan waktu tempuh terjadwal dan lebih cepat sekitar 2,5 jam. Mereka yang menggunakan KA mayoritas pekerja, pengusaha, dan sebagian wisatawan.

Menurut dia, awalnya PT Kereta Api Indonesia hanya mengoperasikan tujuh rangkaian kereta api Bandung–Jakarta (PP) per hari menggunakan KA Argo Parahyangan. Karena tingginya permintaan, seusai Lebaran, PT KAI menambah tiga rangkaian, yaitu kereta api premium berkapasitas 768 kursi untuk setiap rangkaiannya.

“Penambahan tiga KA premium ternyata responsnya bagus. Untuk slot perjalanan jam sibuk, okupasinya bisa mencapai 100%,” kata dia. Bahkan, pada akhir pekan (Jumat–Minggu), PT KAI memberangkatkan 13 rangkaian kereta api. Sebanyak 10 KA Argo Parahyangan dan tiga kereta api premium.

Penambahan itu karena tingginya volume penumpang untuk jalur tersebut. Soaltarif, lanjutdia, pihaknya memberlakukan tarif batas atas dan tarif batas bawah. Untuk KA premium antara Rp70.000– 90.000 dan Argo Parahyangan Rp120.000–130.000 per orang.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asitas) Jabar Budianto Ardiansyah mengatakan, pihaknya mendukung semua langkah pemerintah pada transportasi massal. “Setiap program yang menunjang pariwisata, kami dukung penuh.

Termasuk rencana reaktivasi beberapa jalur KA. Itu bisa menjadi daya tarik wisata daerah yang selama ini terisolasi,” kata Budianto. Menurut dia, salah satu persoalan transportasi di Indonesia adalah lamanya waktu tempuh akibat macet. Dengan adanya penawaran transportasi massal bebas macet, diharapkan bisa mendongkrak wisata di suatu kawasan.

arif budianto


Berita Lainnya...