Edisi 13-09-2017
Makassar Segera Terapkan Smart Parking


MAKASSAR – Kota Makassar pada Oktober mendatang akan menerapkan smart parking atau parkir kendaraan berbasis online. Cara ini juga diyakini dapat membantu memberikan kesejahteraan terhadap seluruh juru parkir (jukir).

Dirut PD Parkir Makassar Raya Irianto Ahmad menjelaskan, cara ini sudah pernah disimulasikan saat kegiatan Makassar F8 pada 6–10 September lalu. Pelayanan jasa oleh jukir sudah dilengkapi dengan satu set alat berupa ponsel android dan printer.

Kerja sistem online ini di antaranya jukir cukup mengambil gambar kendaraan melalui android dan secara otomatis akan keluar setruk parkir melalui printer. Adapun setiap android telah diisi voucher dengan nominal Rp1 juta secara otomatis akan terdebet sesuai dengan tarif parkir yang berlaku. Transaksi lapangan langsung masuk ke rekening milik PD Parkir melalui voucher yang dimasukkan ke android para jukir tadi.

“Pembayaran oleh pengguna parkir yang dibayarkan ke jukir akan kembali dibelikan voucher untuk isi ulang ponsel jika uang elektronik di dalamnya sudah habis oleh petugas pengawas PD Parkir yang berjaga,” kata Anto. Dengan adanya smart parking ini nanti tidak ada lagi transaksi parkir secara tunai ditemukan.

Untuk saat ini pihaknya tengah melakukan survei pemetaan titik-titik parkir yang dimungkinkan akan diberlakukan sistem baru tersebut. “Tadi mulai survei titik-titik di kota ini. Nanti titik ini saya sudah arahkan tim untuk membagi kepada tiga daerah. Klasifikasinya, daerah padat, sedang, dan tidak padat,” kata Irianto Ahmad.

Namun, untuk memaksimalkan survei wilayah dibutuhkan waktu hingga sepekan atau lebih dari 10 hari. Dengan begitu, program smart parking bisa diberlakukan awal Oktober nanti. Survei ini untuk menentukan efektivitas titik parkir serta memberikan kesejahteraan terhadap seluruh jukir.

“Metode online ini akan diprioritaskan di wilayah padat kendaraan pengguna jasa parkir, misalnya di Pasar Butung, Jalan Sulawesi,” katanya. Dari hasil survei lokasi, ke depan rencananya akan ada penggabungan wilayah antara daerah sedang dan tidak padat kendaraan.”Untuk kesejahteraan jukir tetap ada sharing kita lakukan, tapi sekarang tidak lagi berupa tunai.

Kita sudah profesionalkan dibuatkan ATM para jukir. Jadi setiap saat bisa pantau lewat ponselnya,” katanya. Sementara untuk penarikan tarif kepada pengguna jasa parkir tetap diupayakan biaya normal. Untuk kendaraan roda dua (motor) tetap Rp1.000 dan roda empat (mobil) Rp2.000.

Direktur PT Trisinergy Global Resources Kamal Hasan selaku pihak ketiga dalam pemberlakuan smart parking ini mengakui, penggunaan aplikasi ini sangat mudah dipergunakan. Saat ini setiap orang sudah sangat familier menggunakan android.”Peralatan kami per setnya itu senilai Rp6 juta kita gratiskan beserta aplikasi untuk dipakai dalam menunjang penerapan parkir online ini,” ujar Kamal.

Kamal juga mengatakan, alat tersebut selain akan menekan kebocoran setoran, juga membuat ekonomi bawah Makassar semakin bergairah.”Melalui aplikasi, kami juga selain meningkatkan PAD, pendapatan jukir, juga membuka peluang setiap jukir berwira usaha. Misalnya, jual pulsa, token listrik, pembayaran air, tiket pesawat, bahkan bisa jadi agen kredit,” katanya.

budi santoso




Berita Lainnya...