Edisi 13-09-2017
Masyarakat Puas Atas Kinerja Jokowi – JK


JAKARTA – Kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo – Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) terus meningkat. Hasil riset yang dilakukan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menemukan terus terjadi peningkatan kepuasan masyarakat selama tiga tahun.

Dari 50,6% pada 2015 menjadi 66,5% pada 2016 dan naik lagi jadi 68,3% pada 2017. ”Kalau kita lihat, setiap tahunnya ada kenaikan cukup signifikan dari pertama dilantik. Dari tahun ke tahun publik menyatakan puas dengan kinerja pemerintahan,” tandas peneliti CSIS bidang Departemen Politik dan Hubungan Internasional Arya Fernandes, saat memaparkan hasil riset di kantornya, Jakarta, kemarin.

Arya mengatakan, kepuasan ini juga berbanding lurus dengan kepuasan masyarakat pada tiga bidang utama yang menjadi fokus penelitian meliputi bidang ekonomi, hukum, dan maritim. Di mana bidang maritim menjadi bidang yang mengalami peningkatan paling signifikan dari 59,4% (2015) menjadi 63,9% (2016) dan 75,5% (2017).

Sementara bidang hukum dari 51,1% (2015) menjadi 62,1 (2016) dan 64% (2017). ”Bidang ekonomi juga mengalami peningkatan meskipun tertatih. Dari 30% (2015) menjadi 46,8% (2016) hingga 56,9% (2017),” ujar Arya.

Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Philip Vermonte mengatakan, publik melihat belum ada perubahan kondisi ekonomi dibandingkan pemerintahan sebelumnya, namun optimisme mampu menyejahterakan masyarakat masih tetap tinggi. ”Mereka menganggap ekonomi belum berubah, tapi trust tinggi,” kata Philip.

Menurut dia, kepercayaan ini yang menjadi modal utama pemerintahan Jokowi-JK untuk terus bekerja menyejahterakan masyarakat. Apalagi, di bidang utamalain, pemerintahdianggap cukup berhasil memuaskan masyarakat. ”Dalam hal politik, menurut saya, trust masih menjadi modal dari pemerintahan Jokowi- JK,” ujarnya.

Arya Fernandes mengatakan optimisme masyarakat juga pada kemampuan pemerintah meningkatkan pembangunan infrastruktur. Menurut dia, optimisme bahkan mencapai 83,2%, sementara yang tidak optimistis hanya 16,4%. ”Artinya, publik sangat optimistis dengan kerja pemerintahan ke depan,” tuturnya.

Arya juga mengatakan, dari hasil survei menunjukkan masyarakat masih menaruh respons positif terhadap pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK. Selama tiga tahun memimpin, keduanya dianggap berhasil membangun Indonesia atau lebih baik dibandingkan periode yang sama pada pemerintahan sebelumnya.

”Kalau kita lihat dari segi pembangunan, itu angkanya sangat jomplangsekali. Sebanyak 70,9% responden mengatakan kondisi pembangunan Indonesia itu baik dibandingkan lima tahun lalu,” paparnya. Hanya 28,4% responden yang menganggap Jokowi-JK gagal dalam pembangunan. Menurut dia, tingginya kepuasan pada sektor pembangunan menjadi sumbangan terbesar masyarakat pada kinerja Jokowi- JK yang mencapai 68,3%.

”Jadi, sumbangan besar kepuasan juga dari sektor pembangunan,” ucapnya. Meski demikian, pada bidang ekonomi, diakui Arya, masyarakat belum melihat banyak perubahan dibandingkan pemerintahan sebelumnya, baik secara nasional maupun kondisi perekonomian di setiap keluarga.

”Data ini menunjukkan bahwa pada bidang ekonomi dibandingkan pemerintahan sebelumnya memang tidak menunjukkan peningkatan signifikan,” tandasnya. Survei CSIS ini dilakukan pada 23–30 Agustus 2017 dengan melibatkan 1.000 responden berusia 17 tahun ke atas yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Penarikan sampel dilakukan secara acak (probability sampling) secara multistage random sampling dengan margin eror +/- 3,1% pada tingkat kepercayaan 95%. Staf Khusus Bidang Komunikasi Presiden Johan Budi SP menilai, tingginya kepercayaan publik dapat diartikan bahwa torehan kinerja pemerintah diapresiasi oleh masyarakat lantaran mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

”Hasil survei yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik yang masih tinggi terhadap pemerintahan Jokowi-JK bisa diartikan bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintahan sekarang dalam persepsi publik baik dan dirasakan bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Johan.

Menurut dia, hasil survei ini akan semakin mendorong pemerintah untuk bekerja lebih keras lagi. Sehingga, kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik di Indonesia. ”Meski demikian, hasil survei ini tidak membuat pemerintah terlena, justru sebaliknya, sebagai pendorong agar pemerintah bekerja lebih keras dan lebih baik lagi,” tandasnya.

dian ramdhani/ Okezone


Berita Lainnya...