Edisi 13-09-2017
Media Harus Ikut Lindungi Perempuan dan Anak


MEDAN– Media sejatinya dapat memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Caranya melalui pemberitaan di media maupun tulisan yang disebar melalui media sosial dan blog.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Sumatera Utara (Sumut) Nurlela dalam Pelatihan Pengarus Utamaan Gender, Perlindungan Perempuan dan Pemberdayaan Anak bagi SDM Media di Provinsi Sumut di Medan, Selasa (12/9).

Acara yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut dengan peserta wartawan dan kalangan blogger daerah ini turut dihadiri Ketua PWI Sumut Hermansyah dan Sekjen PWI Pusat Hendry Ch Bangun selaku pembicara.

Menurut Nurlela, masalah perempuan dan anak, termasuk penyimpangan perilaku, seperti seks, menyodomi dengan anak-anak, serta berbagai kasus itu, semuanya karena faktor ekonomi. “Ini yang perlu kita tangani, bagaimana membuat berita dan tulisan itu yang mendukung keberdayaan perempuan dan anak, bukan menyudutkannya,” kata Nurlela.

Ia menyebutkan saat ini budaya patriarki (laki-laki mendominasi) ada hampir di seluruh bidang sektor. “Budaya patriarki tercermin dalam pemberitaan media massa. Padahal media massa cermin dari kontrol masyarakat,” katanya.

Sekjen PWI Pusat Hendry Ch Bangun mengatakan, perlakuan terhadap pelemahan perempuan sebenarnya sudah terjadi didalam lingkungan rumah, seperti kalau menyapu, memasak, dan bersihbersih lainnya selalu dilakukan anak perempuan.Namun, Hendry tetapmemintawartawan agar dalam pemberitaannya selalu menyamarkan nama korban perempuan dan anak.

lia anggia nasution






Berita Lainnya...