Edisi 13-09-2017
Susi Harapkan Mahasiswa Jadi Poros Penjaga Laut


DEPOK– Laut Indonesia yang begitu kaya harus bisa dijaga bersama dari segala bentuk perusakan maupun pemanfaatan secara ilegal.

Mahasiswa termasuk unsur yang diharapkan menjadi poros terpenting dalam menumbuhkan semangat menjaga keamanan laut dan perikanan Indonesia. Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengingatkan pentingnya peran mahasiswa karena perguruan tinggi memiliki kekuatan perubahan.

”Perguruan tinggi have a power (punya kekuatan) untuk mengubah dan membuat perbedaan, ini nation sangat besar, jumlah populasi juga sangat besar,” ujar Susi saat menyampaikan kuliah umum bertema ”Illegal Fishing dan Respons Indonesia” di Auditorium Juwono Sudarsono FISIP Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat, kemarin.

Susi mengatakan, penangkapan ikan secara ilegal sudah lama terjadi di Indonesia dan sangat merugikan negara. Praktik tersebut masih terus berlangsung hingga sekarang meski upaya memeranginya juga terus digencarkan. Oleh karenanya, diamemintaseluruhanak bangsa memahami ancaman yang sedang mengintai tersebut.

Soal illegal fishing, Susi mengatakan, masih konsisten melakukan tindakan tegas. Bahkan, dalam waktu dekat rencananya ada 90 kapal yang akan ditenggelamkan. ”Ditenggelamkan kapal yang sudah ditetapkan, ada 90 kapal rencana tahun ini, tapi tidak tahu Oktober atau bulan ini,” ucapnya. Puluhan kapal yang ditangkap saat melakukan penangkapan ikan ilegal itu berasal dari berbagai negara mulai dari Vietnam, Thailand, hingga China dengan kapasitas berbeda.

Penghargaan untuk Empat Mahasiswa

Sementara pada kesempatan yang sama empat mahasiswa UI dianugerahi Mardjono Reksodiputro Award 2017, sebuah penghargaan yang digagas Departemen Kriminologi FISIP UI dan diberikan kepada mahasiswa yang meraih prestasi akademik terbaik.

Keempatnya, yakni Pradna Pradipta (S1) angkatan 2016, Sani Siti Aisyah, dan Wiendy Hapsari (S2), serta Dwi Januanto (S3). Adapun Wiendy Hapsari merupakan manajer Litbang KORAN SINDO yang sedang menempuh pendidikan S2 di UI. Dalam sambutannya, Mardjono menyebutkan, mahasiswa yang meraih penghargaan ini merupakan cerminan ketekunan dan semangat dalam menempuh pendidikan hingga bisa meraih nilai terbaik.

”Saya sampaikan agar belajar dengan baik. Semangat meneruskan studi. Bagi yang belum disertasi, cobalah karena itu adalah pembuka gagasan menuju pemikiran baru untuk ilmu pengetahuan dan kepentingan masyarakat,” kata mantan Dekan Fakultas Hukum UI itu.

Dia juga meminta agar Departemen Kriminologi melakukan penelitian dan pendalaman soal kejahatan di laut. Mardjono berpendapat apa yang disampaikan Menteri KKP adalah hal luar biasa. ”Kriminologi harus coba untuk out of the box, jangan terlalu normatif dan harus bicara kreatif serta inovatif,” ujarnya.

Mardjono Reksodiputro Award sudah berlangsung hingga 12 kali. Penghargaan diberikan kepada mahasiswa berprestasi yang dianggap memberikan inspirasi tidak hanya di atas kertas, tapi juga sikap dan perbuatan serta tanggung jawab sosial.

r ratna purnama



Berita Lainnya...