Edisi 13-09-2017
Tabung Elpiji 12 Kg Meledak, 2 Rumah Hancur


TANJUNGPINANG – Warga Perumahan Bumi Intan Sari, RT03/RW08, Kelurahan Kampung Bulang, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), dikagetkan suara ledakan seperti bom dari rumah Dewi Ratna Sari, Blok D Nomor 6, Selasa (12/9) dini hari atau sekitar pukul 03.00 WIB.

Penyebab ledakan diduga karena tabung gas elpiji 12 kg bocor sehingga menguap di dalam rumah lalu disambar api. Akibatnya dua rumah hancur setelah tekanan gas meledakkan rumah Dewi. Namun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu karena pemilik tidak di rumah. Tanto, salah seorang korban pemilik rumah Blok D 8, menyampaikan bahwa saat ledakan terjadi dia dan keluarganya sedang tertidur pulas.

Mereka pun terbangun karena mendengar suara dentuman keras dari rumah tetangganya. Tidak hanya mendengar bunyi ledakan tiba-tiba atap ru-mahnya di bagian kamar, dapur, dan ruang tengah runtuh setelah ditimpa batu-batu rumah Dewi. Sontak Tanto dan keluarganya langsung berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri.

”Pas dengar bunyi ledakan langsung keluar. Ngeri, bunyi ledakannya seperti suara bom meledak,” ujar Tanto saat ditemui di rumahnya. Dia menduga penyebab ledakan bersumber dari gas elpiji milik Dewi saat ditinggalnya. Kebocoran gas itu menguap di dalam rumah sampai menekan keluar saat disambar api.

Pasalnya, saat kejadian Dewi sedang tidak di rumahnya. ”Orangnya (Dewi) lagi keluar rumah, sementara air conditioner (AC) hidup dan gas elpiji 12 kg bocor,” ujar Tanto. Firman Zorensyah, tetangga Dewi lain, pemilik rumah Blok D 4 juga mendengar suara ledakan seperti bom yang meledak. Awalnya dia mengira suara ledakan itu petir.

Setelah terjadi ledakan alarm mobil warga berbunyi. Firman baru keluar rumah setelah mendengar suara warga berteriak kebakaran. ”Warga sudah teriak kebakaran baru saya keluar rumah. Pas keluar saya lihat rumah Dewi sudah hancur,” ujar dia. Dia menuturkan, ledakan tersebut sangat kuat sehingga meluluhlantakkan rumah Dewi.

Atap dan dinding rumah bertebaran ke langit lalu menimpa rumah warga sekitar. Firman juga sempat melihat api membakar perabotan rumah Dewi, tapi warga dengan cepat memadamkan api. ”Saking kuatnya ledakan itu, material rumah terbang semua ke manamana,” kata dia.

Mendengar kejadian tersebut, kakak Dewi, Meli, langsung mendatangi lokasi kejadian dan melihat rumah adiknya sudah luluh lantak. Dia mengatakan, saat kejadian Dewi sedang terbang ke Jepang. ”Adik saya lagi di Jepang, tadi dapat telepon dari polisi kalau rumah Dewi terbakar,” ujar Meli. Wakil Kepala Polres Tanjungpinang Kompol Andy Rahmasyah beserta tim identifikasi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Setelah dilakukan olah TKP, dugaan sementara ledakan disebabkan kebocoran tabung elpiji 12 kg. Dia menuturkan, gas yang bocor langsung memenuhi seluruh isi ruang rumah kemudian disambar api. ”Bau gasnya masih terasa.

Kemungkinan saat gas bocor seluruh ruangan pengap dan disambar api. Saat kejadian warga sempat melihat api juga,” ujar Andy di lokasi. Dia menuturkan, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Ledakan hanya merusak rumah Dewi dan rumah tetangganya, Tanto. ”Saat ini kami masih menyelidiki penyebab pasti ledakan rumah tersebut,” ujar Andy.

muhammad bunga ashab






Berita Lainnya...