Edisi 13-09-2017
Usung Tema Hoax, Tampilkan Sosok Jokowi dalam Cerita


Dunia komik nasional semakin bergairah di tengah gempuran komik-komik luar negeri. Dua komikus dalam negeri berkolaborasi membuat komik petualangan Executor-Macan Putih, dua superhero yang mereka ciptakan sebelumnya.

Mereka adalah Sukaryadi atau biasa dikenal dengan panggilan Lolo Biru, pencipta komik asal Kecamatan Bekonang, Sukoharjo, Jawa Tengah, dan Irfan Ihsan, pengarang komik asal Jakarta. Tokoh superhero yang diciptakan Lolo Biru, di antaranya Executor, Gatotkacareo, dan Ayu Srikandi. Sementara superhero karya Irfan Ihsan, di antaranya Macan Putih.

Setelah berkreasi dengan cerita sosok superhero yang mereka ciptakan masing-masing, keduanya menggagas cerita komik baru perpaduan dua superhero, yakni sosok Executor dan Macan Putih. “Ini kolaborasi yang pertama. Kami coba bergabung dan ke depan akan membuat kolaborasi lagi,” ujar Lolo Biru di sela peluncuran perdana komik Executor-Macan Putih di Rumah Kreatif BUMN, Kota Solo, Jawa Tengah, kemarin. Komik serial pertama itu diberi judul Save.

Cerita yang diusung adalah sebuah perilaku baru tindak kejahatan dengan menyebarkan berita hoax (palsu) yang membuat bingung dan resah banyak orang. Dalam komik perdana yang diluncurkan, terdapat sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mendapatkan serangan dari Polker, sosok jahat penyebar hoax yang mampu berubah wujud sesuai yang diinginkan.

Untungnya, cerita komik mengenai serangan di Istana Merdeka itu dapat digagalkan Executor dan Macan Putih yang digambarkan sebagai sosok protagonis. “Materi cerita memang yang bisa dipakai untuk kampanye anti-hoax bagi semua kalangan. Dengan cerita dan gambar, saya kira lebih menarik,” ucapnya.

Meski jarak yang terpisah jauh antara Lolo yang ada di Tanah Air dan Irfan yang bekerja di Amerika Serikat, bukan sebuah kesulitan untuk berkolaborasi. Kecanggihan teknologi memudahkan kedua komikus itu dapat mewujudkan gagasannya. Dengan teknologi, jarak pembatas sama sekali tidak ada. “Ide cerita dan naskah dari Mas Lolo, lalu dikasih ke saya lalu diskusi.

Tak ada kendala karena melalui e-mail,” kata Irfan Ihsan. Bahkan saat penggarapan, Lolo berada di Banjarmasin, tim ilustrasi penggarapan ada di Solo, dan pewarnaan ada di Bandung. Sehingga pengerjaannya tak perlu satu ruangan karena teknologi seperti smartphone danWhatsAppsangat membantu. Tema hoaxdiangkat karena kondisi Indonesia saat ini.

Dan hoaxmuncul di era pemerintahan Presiden Jokowi sehingga mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu masuk menjadi ikon. Pasar yang dibidik adalah remaja dan segala umur. Keduanya menjamin tidak ada kata-kata yang berbahaya bagi anak-anak, dan bagi remaja diharapkan pesan yang diusung dapat sampai.

Pemasaran komik hasil kolaborasi lebih banyak akan dijual melalui online. Keduanya juga memiliki rencana komik yang disusun dapat masuk ke pasar luar negeri. Keduanya juga memiliki proyek bersama untuk menerbitkan komik lagi.


ARY WAHYU WIBOWO

Solo


Berita Lainnya...