Edisi 13-09-2017
Dana Desa Harus Maksimal Penyerapannya


MANADO – Anggaran dana desa di Sulawesi Utara (Sulut) cukup besar. Pada 2017 mencapai Rp1,161 triliun yang diperuntukkanbagi 1.507desa.

Wakil Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Sulut Oldy Rotinsulu mengingatkan pemerintah memaksimalkan dana desa untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Manfaat dana desa sangat banyak terutama bagi pembangunan apabila digunakan sebagaimana tujuan dari dana tersebut digulirkan.

”Soal pengangguran, misalnya, akan terbantu dengan memberdayakan para pekerja di desa dalam membangun infrastruktur. Dengan demikian, pengangguran di desa mendapat pekerjaan dan penghasilan,”kata dia, Selasa (12/9). Dia juga mencontohkan, jika dana desa dimanfaatkan untuk membangun fasilitas air minum maka pembangunannya harus melibatkan masyarakat setempat hingga dana desa benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

”Membangun infrastruktur dan pengembangan ekonomi rakyat juga harus menjadi prioritas,” katanya. Dalam berbagai kesempatan, Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw mengingatkan pentingnya pengawasan dalam pengelolaan anggaran dana desa. "Jangan sampai anggaran desa menjadi mubazir akibat salah penggunaan.

Banyak yang masih berpikir dana desa boleh jadi bancakan dan digunakan oleh kelompok atau pribadi. Saya ingin ini bisa betul-betul diawasi oleh pihak kejaksaan dan kepolisian," kata Steven. Dia menegaskan bahwa jumlah dana desa yang diterima oleh pemerintah desa tidak boleh dikurangi jumlahnya.

”Tidak boleh ada pemotongan terhadap pencairandanadesakarenaituuntuk kepentingan masyarakat desa melalui pembangunan di berbagai bidang, baik jalan desa dan lainnya," sebutnya. Oleh karena itu, dia meminta seluruh kepala desa di Sulut dan pihak terkait dapat membuat perencanaan yang matang sebelum mengerjakan proyek pembangunan di desa.

cahya sumirat



Berita Lainnya...