Edisi 13-09-2017
FKDT Minta Aturan Turunan Perpres Dikawal


JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87/2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

Untuk mengawal pemberlakuannya, semua pihak diminta memastikan agar aturan turunan dari perpres tersebut nanti tidak bertentangan dengan pendidikan diniyah takmiliyah yang sudah berlangsung selama ini. Imbauan ini disampaikan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT).

Lembaga ini mengajak semua pihak agar memberikan perhatian serius terhadap aturan turunan dari perpres nanti agar tidak ada pihak yang dirugikan. ”Karena bagaimanapun, madrasah diniyah takmiliyah adalah warisan ulama, wali songo, yang terbukti telah menelurkan santri yang bermartabat dan berakhlakul karimah,” ujar Ketua Umum DPP FKDT Lukman Hakim saat menyampaikan sambutan pada acara Pengukuhan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FKDT Masa Khidmat 2017–2022 di Jakarta, kemarin.

Lukman mengatakan, lahirnya Perpres 87/2017 menggantikan Permendikbud 23/2017 sudah sangat tepat. Dia berharap niat baik dari Presiden Jokowi ini bisa terus diimplementasikan hingga aturan ke bawah. Lukman juga menyarankan agar dalam proses perumusan maupun pembahasan aturan turunan perpres melibatkan stakeholder terkait pendidikan Islam.

Hal ini penting agar pemerintah mendapat masukan yang tepat dan tidak merugikan pendidikan Islam secara keseluruhan. ”Bahwa turunan perpres harus melibatkan stakeholder diniyah takmiliyah. Kalau tidak, perpres bagus, tapi turunannya masuk angin,” kata Lukman.

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamarudin Amin mengajak pemangku kepentingan pendidikan diniyah takmiliyah untuk lebih menyosialisasikan kegiatan pendidikannya keluar. Menurut dia, rekognisi pendidikan diniyah takmiliyah selama ini masih kurang sehingga banyak masyarakat yang belum memahami arti pendidikan tambahan di sekolah Islam tersebut.

”Selama ini kita puas dengan apa yang kita lakukan, tidak pernah merasa penting untuk promosi diniyah takmiliyah. Padahal diniyah takmiliyah ini khas Indonesia yang mungkin sangat menarik ketika itu diformulasikan, diartikulasikan secara maksimal sehingga dikenal orang,” kata Kamarudin.

Kamarudin mengatakan, pendidikan berbasis diniyah takmiliyah sesungguhnya telah terbukti menjadi pilar dalam membentuk akhlak baik bagi generasi muda, mencegah radikalisme, dan menumbuhkan rasa cinta Tanah Air yang tinggi.

dian ramdhani







Berita Lainnya...