Edisi 13-09-2017
BRI Dukung Kemandirian Ekonomi Desa Migran


JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengembangkan kerja sama pemberian fasilitas dan layanan perbankan dalam rangka mendukung Program Desa Migran Produktif (Desmigratif).

Desmigratif yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan dengan menggandeng tujuh kementerian lainnya, yakni Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Pariwisata, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi merupakan program yang bertujuan untuk memberikan dukungan/ sokongan bagi desa yang menjadi kantong-kantong tenaga kerja Indonesia (TKI) di berbagai wilayah di Indonesia.

”Tujuannya agar pengelolaan dana remitansi yang masuk ke desa-desa tempat TKI berasal menjadi lebih produktif,” ujar Direktur Intitusion Bank BRI Sis Apik Wijayanto, dalam siaran pers, kemarin. Pemerintah, lanjut dia, melalui program ini telah menyusun langkah komprehensif dengan menggandeng lembaga keuangan perbankan untuk memberikan pendidikan keuangan, pengelolaan, dan pemanfaatan dana remitansi TKI yang masuk ke Indonesia.

Sis Apik mengatakan, program ini secara terintegrasi akan memberikan dukungan kepada keluarga TKI yang ada di desa-desa agar mengelola dana remitansi agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan produktif. ”Kehadiran Bank BRI dalam program ini sebagai bentuk peran aktif untuk mendukung terwujudnya kemandirian ekonomi di desa migran,” paparnya.

Menurut dia, dana remitansi yang dikirimkan oleh TKI dari luar negeri diharapkan dapat bermanfaat sebagai modal usaha produktif sehingga menggerakkan ekonomi pedesaan. Pelatihan dan pendampingan melalui berbagai workshopyang akan dilaksanakan di balai-balai desa sangat diperlukan, khususnya dari lembaga keuangan perbankan dalam mempertajam kemampuan pengelolaan ekonomi mikro para penerima dana remitancedi Indonesia.

Sis Apik menuturkan, perseroan akan mendorong lahirnya berbagai potensi bisnis mikro dari kerja sama ini. ”Harapannya ke depan akan banyak entitas bisnis baru sebagai embrio yang dapat meningkatkan ekonomi di pedesaan sehingga berdampak menggerakkan ekonomi nasional,” katanya.

Tahun2017, lanjutdia, pemerintah rencananya akan membentuk120desmigratif, meliputi 100 desa di 50 kabupaten atau kota asal TKI dan 20 desa di 10 kabupaten atau kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, pada 2018, rencananya akan dibentuk 130 desa serta pada 2019 akan dibentuk 150 Desa Migrasi produktif.

Salurkan KUR

Sementara itu, BRI hingga Agustus 2017 menyalurkan KUR senilai Rp132,4 triliun kepada lebih dari 7,4 juta debitur baru. Dari total Rp132,4 triliun yang disalurkan selama dua tahun terakhir, sekitar Rp46,7 triliun disalurkan pada periode Januari 2017–Agustus 2017.

”Jumlah ini menjadikan Bank BRI sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia dan merupakan wujud komitmen BRI terhadap pemberdayaan UMKM,” ujar Corporate Secretary Bank BRI Hari Siaga Amijarso, dalam keterangan tertulisnya, kemarin. Menurut dia, pencapaian ini setara dengan 65,8% dari total target penyaluran KUR BRI di tahun 2017 sebesar Rp71 triliun.

Perseroan pun optimistis mampu menyalurkan sesuai target yang telah ditetapkan hingga akhir tahun. Dia memaparkan, sebesar 40% dari Rp46,7 triliun KUR yang disalurkan di tahun ini atau sekitar Rp18,4 triliun telah disalurkan ke sektor produktif.

Lebih lanjut Hari mengungkapkan, saat ini Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memberikan kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia. UMKM mempunyai tingkat penyerapan tenaga kerja sekitar 97% dari seluruh tenaga kerja nasional dan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar 57%.

kunthi fahmar sandy