Edisi 13-09-2017
Pendapatan Premi Zurich Topas Life Rp207 M


JAKARTA– Pendapatan premi PT Zurich Topas Life pada semester I/2017 sebesar Rp207 miliar atau lebih tinggi dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp145,1 miliar.

Sementara premi reasuransi sebesar Rp10,4 miliar atau naik dari Rp6,2 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Director Chief Strategy & Operating Officer Zurich Topas Life, Sutikno Sjarif mengatakan, saat ini Zurich Topas Life mengandalkan dua kanal distribusi, yakni saluran keagenan dan bancassurance.

Pihaknya pun telah menggandeng lima perbankan untuk menjual produk-produknya. ”Ke depan, tentu kita akan menambah dan memperluas kerja sama dengan perbankan lainnya,” kata Sutikno saat ditemui KORAN SINDOdi kantornya, Jakarta, kemarin. Saluran keagenan tersebut memberikan kontribusi Annual Premium Equivalent (APE) atau premi selama setahun sekitar Rp70 miliar pada semester I/ 2017.

Angka tersebut tumbuh sebesar 69% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Saat ini perseroan telah memiliki lebih dari 3.500 agen aktif. ”Tentu kami ingin terus menambah agen-agen potensial,” katanya. Adapun secara bisnis, menurut dia, kanal distribusi perbankan memiliki potensi kontribusi premi yang signifikan.

Pada 2016 lalu, jalur bancassurance perseroan meningkat sebesar 133% dibanding dengan tahun sebelumnya. ”Harapan kami, tahun 2017 jalur bancassurance bisa menyumbang sebesar 33% dari total APE,” ungkap Sutikno. Ke depan pihaknya menargetkan untuk bisa meningkatkan kanal penjualan melalui bancassurance sekitar 52%.

Dia mengaku, tahun ini Zurich kian gencar meluncurkan produk ataupun kerja sama dengan partner baru. Sebelumnya perseroan telah menggandeng Investree yang merupakan perusahaan teknologi keuangan (fintech) terkemuka di Indonesia. Dalam kerja sama tersebut, perseroan meluncurkan Digital Credit Protection.

”Ini merupakan program asuransi jiwa kredit yang dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan keamanan pengusaha kecil dan profesional,” kata dia. Menurut Sutikno, kolaborasi ini memungkinkan para debitur Investree, dalam hal ini Borrower, untuk mendapatkan proteksi dari risiko tidak terduga sekaligus memberikan keamanan bagi investasi kreditur selama periode angsuran pinjaman mereka.

Digital Credit Protection ini dirancang khusus untuk pengusaha mikro dan profesional demi menjaga masa depan finansial. Selain itu, juga membantu mereka fokus pada pertumbuhan bisnis dan menjalani aktivitas profesionalnya dengan pikiran tenang. ”Selain itu, Digital Credit Protection menyasar pengusaha muda dan profesional,” katanya.

kunthi fahmar sandy