Edisi 13-09-2017
Tren Penataan Ruang Mungil


FOKUS terhadap efisiensi fungsi ruang tanpa melakukan unsur estetis merupakan langkah cerdas untuk menyiasati hunian dengan luas terbatas.

Tinggal di kota besar seperti Jakarta yang sarat kemacetan membuat apartemen menjadi tren baru dalam memilih tempat tinggal. Lokasi yang berdekatan dengan tempat kerja, keamanan penuh, dan berbagai fasilitas yang ditawarkan melengkapi pertimbangan untuk memilih apartemen. “Konsep apartemen memang cocok untuk kalangan urban.

Kebanyakan aktivitas di dalamnya memang hanya diciptakan sebagai tempat istirahat. Tetapi, dalam menatanya harus bisa mengoptimalkan ruang agar tetap terlihat cantik,” tutur arsitek Denny Setiawan. Membuat drop ceiling dengan hidden lighting dan menempatkan cermin dengan stiker dekoratif menjadi sentuhan estetis yang memberi dampak positif.

Ruangan di dalamnya pun terlihat lapang dan cantik. Biasanya dalam apartemen kecil hanya terbagi menjadi tiga ruang, yaitu ruang duduk, dapur, dan kamar tidur. “Untuk menghias ruang duduk, kita bisa menggunakan ambalan untuk menghemat ruang,” ujar Denny. Ruang duduk yang merupakan area tengah pusat kegiatan harus ditampilkan secara cantik dan menarik dengan sofa dan karpet berbulu.

Dapur yang simpel bisa diletakkan bersebelahan dengan meja makan yang bisa dibuat dengan gaya meja bar. Pengolahan elemen interior, seperti menggunakan plafon drop ceiling yang dilengkapi hidden lamp, dapat membantu membuat tampilan lebih luas dan cantik.

Anda bisa menambahkan ambalan dan hanging cabinet supaya sirkulasi udara di dalam ruangan tidak terlalu sumpek. “Tambahkan indirect lighting di bagian plafon tepat di atas TV. Kesan dramatis bisa dihadirkan lewat pancaran cahayanya,” kata Denny. Penggunaan furnitur multifungsi yang bersifat kompak, clean cut, dan melayang sangat disarankan untuk ruangan mungil.

Desain ambalan atau rak terbuka sebagai tempat penyimpanan bermanfaat untuk menghemat ruang dan memberi kesan lapang. Contohnya, untuk desain meja makan, Anda bisa menggunakan top table dari kaca. Demikian pula desain kamar tidur utama, penggunaan lemari built-in dengan cermin yang digunakan pada pintunya sangat bermanfaat merefleksikan ruangan sehingga terlihat luas dan terang pada ruang terbatas.

“Agar penggunaan cermin tidak terlalu monoton, cermin bisa dihiasi stiker dekoratif yang bermotif sesuai tema ruangannya,” ucap Denny. Penempatan cermin yang menerus hingga plafon serta pemilihan sofa berwarna bisa menjadikan point of interest dalam tatanan ruang apartemen.

Secara keseluruhan, desain unit apartemen memang menampilkan tatanan yang praktis dan efisien khas gaya kaum urban. Gaya hidup yang menuntut segala hal serbapraktis hendaknya diikuti desain ruang yang simpel, tetapi tetap cantik dan menarik.

aprilia s andyna