Edisi 13-09-2017
Sederhana, tetapi Bernilai Seni Tinggi


SERING dicap simbol kemiskinan di negeri sendiri, pesona bambu justru mampu mengungguli kayu dan menjadikannya material favorit para arsitek dunia.

Kalau ditawari kayu, arsitek luar negeri pasti akan beranggapan bahwa kayu Indonesia berasal dari pembalakan liar. Maka itu, kalau ada permintaan material konstruksi, saat ini mereka lebih menyukai bambu. “Kayu dan bambu memiliki karakteristik yang sama kuat dan lebih murah,” ungkap Mukoddas Syuhada, arsitek yang mengembangkan konstruksi bambu.

Bambu dianggap sebagai material baru yang akan menggantikan fungsi kayu, baja, aluminium, keramik, lantai, bata, gipsum, dan material bangunan lainnya. Namun, persepsi masyarakat yang masih merendahkan derajat bambu sebagai material bangunan menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi para arsitek.

Mukoddas mengungkapkan bahwa bambu masih dipandang remeh di kalangan masyarakat. “Mereka bilangnya bambu itu material yang murahan, tidak modern, kampungan, bahkan dicap sebagai simbol kemiskinan,” ujar Mukoddas. Hal tersebut didasari pada penggunaan bambu sebagai material utama pada rumah tradisional dan rumah di kampungkampung.

Padahal, material bambu yang mereka gunakan memiliki kelebihan, yaitu lebih kuat, mudah didapat, dan murah. Bahkan, keseluruhan bagian bambu bisa dimanfaatkan, dari bagian akar hingga pangkalnya, baik untuk makanan maupun struktur bangunan. Material ini lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah.

“Layaknya kayu, material bambu pun tidak kalah unggul dalam hal performa. Salah satunya, bambu memiliki kekuatan sama seperti baja, mencegah polusi, fleksibel untuk ditanam, dan sustainable construction,” papar Mukoddas. Jangan salah, bambu memiliki kekuatan layaknya baja. Pada beberapa jenis bambu, kekuatan daya tarik pada kulitnya mampu melampaui daya tarik baja. R

uas-ruasnya yang cukup lentur dapat dimanfaatkan sebagai kolom bangunan. Bambu juga dapat dimanfaatkan sebagai material bangunan yang ramah gempa karena sifatnya lentur dan ringan. “Material bambu juga bisa dijadikan pengisi balok, kolom, pengisi atap, lantai, dan dinding,” ucap dia.

Tidak hanya memiliki kelebihan pada kekuatan dan kelenturannya, bambu juga memiliki kelebihan sebagai penghasil oksigen (O2) lebih banyak dan lebih baik dari tanaman lainnya. Produksi biomasa bambu yang lebih banyak ketimbang pohon lainnya membuat bambu dapat menghasilkan oksigen lebih banyak. “Tanaman bambu biasa juga diaplikasikan sebagai pagar hunian atau aksesori pengisi taman,” ungkap Mukoddas.

aprilia s andyna