Edisi 13-09-2017
Soundrenaline 2017 Penuh Kolaborasi Kejutan


PENAMPILAN puluhan musisi dan grup band dalam dan luar negeri sukses meriahkan festival musik terbesar dan terkonsisten di Indonesia Soundrenaline 2017 yang digelar di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali pada Sabtu dan Minggu (9-10/9) lalu.

Lebih dari 70 musisi Indonesia, 4 musisi internasional, serta puluhan penggiat seni visual turut memeriahkan festival musik yang tahun ini menyediakan empat buah panggung, yakni Burst Stage, A Stage, United We Loud Stage, dan Slim/Refined Stage. Sejalan dengan tema besar yang diusung Soundrenalinetahun ini, yakni semangat UnitedWeLoud, gelaran musik ini ingin menyuarakan semangat persatuan untuk terus menghasilkan karya berkualitas.

Alhasil, lewat tema tersebut, Soundrenaline 2017juga berhasil menyatukan beberapa musisi dan di satu panggung. Bukan cuma yang bernada mirip-mirip, musisi lintas genre pun ditantang unjuk kebolehan bersama menyatukan penampilan mereka di atas panggung. Lewat semangat United We Loudini, Soundrenaline menghadirkan jajaran ragam musisi nasional dan internasional.

Bila sebelumnya namanama besar seperti Glenn Fredly dan Andien tampil solo, tahun ini keduanya berkolaborasi dengan dua band bergenre rock, yakni Glenn Fredly X Kelompok Penerbang Roket dan Andien X Scaller.

Soundrenaline juga menghadirkan kolaborasi penuh kejutan, seperti Neomohora X Homogenic, Rhythm of People yang digawangi Iga Massardi, United We Loud Project oleh Nikita Dompas, Abdul and The Coffee Theory X Barry Likumahua, Endah n Rhesa X Adhitia Sofyan, dan Stars and Rabbit X Bottlesmoker. Tahun ini juga untuk pertama kalinya tampil di panggung Soundrenaline,yaitu Float, Payung Teduh, trio elektronik millenial Weird Genius, Fourtwnty, Musikimia, Sandrayati Fay, dan Diskopantera.

Deretan musisi yang dipilih tak hanya datang dari era kekinian, juga populer pada masanya dan membuat momen nostalgia untuk para penontonnya. Selaras dengan tema yang diangkat, yakni “United We Loud”, suara-suara yang dihadirkan tak hanya dari satu jenis musik, bahkan menghadirkan kolaborasi lintas genre yang tak disangka-sangka.

Hari pertama menyajikan sederet aksi panggung heboh yang dibuka dengan Efek Rumah Kaca dengan kolaborasi apik bersama Cognatio Orkest asal Semarang dari panggung Burst Stage. Selanjutnya diisi sederet musisi lain seperti Andien, Scaller, Tulus, Isyana Sarasvati, dan Maliq & D’Essentials. Kolaborasi menarik lainnya datang dari A Stageyang menyatukan sejumlah musisi sehingga mereka harus bernyanyi di luar gaya bermusik seperti biasanya. D

i antaranya Ari Lasso, Aqi, Shae, Fadli, Iga Masardi dan lainnya yang tergabung dalam United We Loud Projectyang menyanyikan berbagai materi lagu yang tak biasa dinyanyikan penyanyi tersebut di atas panggung. Tak ketinggalan aksi dari para rockers mulai dari Navicula, Andra and The Backbone, Base Jam, Shaggydog, Seringai, Burgerkill, hingga JET asal Australia.

Penampilan Chris Cester dkk menjadi yang paling dinanti para penggemar mereka di Tanah Air, mengingat selama 15 tahun terakhir telah menelurkan sejumlah hitsdi tangga lagu dunia. Penampilan memukau nan menghibur dihadirkan grup band Naif yang beranggotakan David, Jarwo, Emil, dan Pepeng itu tampil di panggung A Stage sekitar pukul 22.30 WITA.

Penampilan Naif boleh dibilang sebagai salah satu yang terbaik di ajang Soundrenaline 2017hari pertama. Membawakan sekitar 13 lagu, Naif membuat “pecah” suasana sukses membuat kor massal penonton seraya bergoyang menikmati suguhan lagu dari Naif. Secara pemilihan lagu, apa yang ditampilkan David dkk tidak ada bedanya dengan yang biasa dihadirkan, mereka hanya menyuguhkan lagu-lagu yang mereka biasa bawakan di berbagai panggung musik.

Posesif, Jikalau, Karena Kamu Cuma Satu, hingga Mobil Balap. Namun yang menjadi spesial adalah kemampuan David berinteraksi lewat gimmickdan keintiman yang dihadirkan dengan penonton. Naif pun sukses mengajak ratusan penonton di A Stagekaraoke bersama. Soundrenaline 2017hari pertama ditutup dengan aksi DJ Dipha Barus yang sukses mengubah area konser terbuka menjadi lantai dansa lewat sejumlah lagu Barat populer dan miliknya.

Ia pun memberikan penampilan mengejutkan dengan membawakan lagu Seringai yang merupakan band rock. Tidak mau kalah dengan deretan musisi pada hari pertama, penyelenggaraan hari kedua Soundrenalinejuga berlangsung meriah. Penampilan perdana Payung Teduh di Soundrenalineserta kolaborasi Glenn Fredly dengan Kelompok Penerbang Roket di United We Loud Stage menjadi salah satu momen terbaik.

“Atensi dan animo yang sangat besar dari penonton yang hadir membuat kami sangat senang dapat ikut tampil di Soundrenaline. Ini pengalaman yang baru dan seru bagi kami,” ucap Muhammad Istiqomah Djamad alias Is sebagai vokalis Payung Teduh setelah tampil.

Grup band yang kini menjadi sorotan berkat salah satu lagu viralnya berjudul Akad, Payung Teduh tak kalah menyihir penontonnya. Dari setiap lagu yang dibawakan mereka sukses membuat penonton ikut bernyanyi. Andien x Scaller adalah contoh lain kolaborasi unik dan menarik dalam ajang Soundrenalinetahun ini.

Dua musisi dari kiblat musik berbeda berhasil menyihir penonton. Selain itu, ada Kelompok Penerbang Roket x Glenn Fredly yang menjadi highlight festival kali ini. Keduanya ternyata sanggup memberikan nuansa yang sangat berbeda kala berada di satu panggung. “Baru kali ini KPR main di depannya cewek semua, wangiwangi.

Ya, itu karena Bung Glenn,” ucap Rey Marshall dari Kelompok Penerbang Roket. Selepas penampilan Kelompok Penerbang Roket x Glenn Fredly, panggung United We Loud Stageyang menyajikan penampilan Kotak dan Sheila On 7 pun mulai menarik para penikmat musik secara perlahan. Menarik karena banyak juga para penonton masih bertahan di depan panggung A Stageyang ingin menyaksikan penampilan NTRL sebagai band penutup Soundrenaline2017.

Sama dengan NTRL, Sheila On 7 juga mendapat kesempatan sebagai band penutup Soundrenaline 2017yang digelar dua hari berturut-turut. Band asal Yogyakarta ini menjadi penantian paling ditunggu oleh penonton di panggung United We Loud Stage.

Puluhan ribu penonton yang memadati panggung seolah diajak bernostalgia oleh grup yang beranggotakan Duta, Eros, Adam, dan Brian lewat setlistyang memuat lagulagu seperti Hari Bersamanya, Dan, Pejantan Tangguh, Melompat Lebih Tinggi, ditutup Kisah Klasik Untuk Masa Depan. Sheila On 7 menutup aksinya dengan menyanyikan lagu Kisah Klasik Untuk Masa Depan.

Tak sekadar menghadirkan sederet musisi lokal yang begitu apik melakukan kolaborasi di atas panggung. Festival musik Soundrenaline 2017menerbangkan jet dari Australia. Bersamanya ada juga Mew, Dahsboard Confessional, dan Cults yang juga menjadi tamu.

thomasmanggalla