Edisi 13-09-2017
LRT City Mengusung Konsep TOD


PEMERINTAH terus mengebut proyek-proyek infrastruktur di Jakarta, salah satunya adalah jalur LRT di wilayah Jakarta, Bogor, dan Depok.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk. sesuai dengan Perpres No. 65 Tahun 2016, tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi, ditugaskan oleh pemerintah untuk membangun prasarana kereta ringan/LRT terintegrasi. Pembangunan LRT terintegrasi itu meliputi pembangunan jalur, termasuk konstruksi jalurl ayang, stasiun serta fasilitas operasi.

Jalur Cawang - Bekasi Timur sejauh 18,5 km, diperkirakan akan selesai pada tahun 2019 dan terintegrasi dengan jalur Cawang - Cibubur, serta Cawang - Kuningan - Dukuh Atas. Dengan selesainya pembangunan jalur LRT ini, akan menjadi solusi pengurai kemacetan dari Bekasi menuju Jakarta dan sebaliknya.

Dengan menggunakan LRT, dari stasiun Bekasi Timur menuju Dukuh Atas, hanya memerlukan waktu kurang dari satu jam. Direktur Operasi PT Adhi Karya (Persero) Tbk., Budi Saddewa Soediro mengatakan, seiring dengan pembangunan jalur LRT yang sedang dikerjakan, pihaknya juga mengembangkan kawasan yang berada di titik stasiun LRT.

''Pengembangan kawasan di stasiun LRT ini, dilakukan oleh Departemen TOD& Hotel bersama dengan PT Adhi Persada Gedung. Keberadaan LRT akan menjadi solusi untuk mengurai kemacetan yang saat ini menjadi persoalan sehari-hari disepanjang jalan Tol Bekasi – Cawang,”ujarnya. Salah satu kawasan yang dikembangkan oleh Departemen TOD & Hotel di sisi jalur LRT adalah LRT City Jaticempaka - Gateway Park.

Kawasan ini dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), yaitu pengembangan kota dengan kombinasi pendekatan compact, connect, transit, densify, shift, cycle, walk, mix serta mengadaptasi tata ruang campuran (mixed use) untuk memaksimalkan penggunaan angkutan massal LRT.

Selain mengembangkan apartemen kelas menengah, Departemen TOD & Hotel juga turut mendukung program satu juta rumah dari pemerintah dengan menghadirkan Apartemen MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) melalui 2 tower di LRT City Jaticempaka -Gateway Park.

Selain itu, proyek Departemen TOD & Hotel lainnya yang juga menyediakan Apartemen MBR yaitu LRT City Cira - cas-Urban Signature (2 tower) dan LRT City Bekasi Timur-Eastern Green (4 tower). GM Departemen TOD & Hotel PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Amrozi Hamidi mengatakan, pihaknya akan mengembangkan kawasan LRT City.

Dengan posisi yang sangat strategis, yaitu satu titik dengan stasiun LRT (0 Km dari stasiun LRT), menjadikan LRT City sebagai sebuah solusi hu nian yang mampu menjawab ke butuhan masyarakat, akan sebuah hunian dan area komersial yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal. Salah satunya adalah LRT City Jaticempaka-Gateway Park, di stasiun LRT Jaticempaka.

LRT City Jaticempaka dikembangkan di atas lahan seluas 5,9 ha. Dikembangkan dengan investasi sebesar Rp1,9 triliun. Pembangunan tahap pertama akan diselesaikan di akhir tahun 2019, sedangkan pembangunan secara keseluruhan dengan total unit sebanyak 5.788 unit, kawasan ini diperkirakan akan selesai keseluruhan pada 2025. Amrozi Hamidi mengatakan, terhitung, mulai bulan Juli 2017 sampai acara pemilihan unit ini, untuk Tower Accordion telah terjual sebanyak 90%.

''Kami yakin, Tower Bandoneon juga akan sold out sampai akhir tahun ini,”tegasnya. Project Manager Property LRT City Jaticempaka–Gateway Park Ibnu Mahmud Junaidi menambahkan, di kawasan ini, akan dibangun 7 tower Apartemen dengan tinggi 16 lantai dan 2 basement. Pembangunan tahap 1 terdiri dari 20 ruko, mall 4 lantai dan 2 tower apartemen, yaitu Tower Accordion dan Tower Bandoneon.

Apartemen LRT City Gateway Park, menyediakan beberapa tipe, mulai dari tipe Studio dengan luas 24,5 M2 SG, tipe 1BR dengan luas 36,75 M2 SG, serta tipe 2BR dengan luas 49,00 M2 SG. Kawasan ini nantinya juga akan dilengkapi dengan commercial area, seperti Mall dan Ruko. “Dalam konteks investasi di bidang properti, memiliki apartemen di LRT City Jaticempaka, merupakan sebuah investasi masa depan yang memberikan potensi keuntungan yang baik,''sebutnya.

rendra hanggara