Edisi 20-09-2017
Bersepeda Keliling Dunia Hanya dalam 79 Hari


Mark Beaumont berhasil memecahkan rekor dunia setelah mengayuh sepeda ke seluruh dunia dalam 79 hari. Pria berusia 34 tahun asal Pertshire itu sebelumnya pernah memegang rekor tersebut dengan rentang waktu 194 hari pada 2008.

Namun, para pesepeda lainnya mampu memecahkannya dengan jangka waktu 123 hari. Untuk mencapai targetnya, Mark harus mengayuh sepeda rata-rata 240 mildari total 18.000 mil per hari. Artinya, dia bersepeda lebih dari 16 jam per hari dan hanya istirahat selama lima jam.

Terinspirasi oleh novel klasik karya Jules Vernes, dia memulai perjalanannya dari Paris pada 2 Juli sebelum menembus Eropa, Rusia, Mongolia, dan China. Mark kemudian bersepeda ke Australia, Selandia Baru, dan Amerika Utara, sebelum mengakhiri lap terakhirnya di Portugal, Spanyol, dan kembali ke Prancis. Selama di perjalanan, Mark juga meraih gelar bersepeda paling jauh dalam sebulan dari Guinness World Records, yakni sekitar 7.031 mil(dari Paris ke Perth, Australia).

Mark mengaku bangga dapat membuat rekor baru dan kembali dengan selamat. “Tanpa diragukan lagi, ini merupakan hukuman terberat yang pernah saya bebankan terhadap tubuh dan pikiran saya. Stamina fisik dan mental yang dibutuhkan setiap hari sudah menjadi tantangan tersendiri. Namun, saya mendapat dukungan,” tandasnya, dikutip BBC.

Kesuksesannya mengelilingi dunia dalam 80 hari, lanjut Mark, menunjukkan bahwa sesuatu yang tampak mustahil ternyata tidak semustahil yang dibayangkan. Asalkan mampu berpacu melewati batas dan tidak menyerah. Setiap negara memiliki trek, suhu, dan iklim yang berbeda sehingga Mark harus beradaptasi secara cepat. “Pada tahap pertama, saya memasuki wilayah yang belum pernah saya lalui sebelumnya, yakni Rusia dan Mongolia.

Jadi, bisa melewati tantangan itu dan mendapat penghargaan dari Guinness World Records merupakan capaian yang nyata. Pengalamannya sungguh luar biasa. Saya ingin membagikan perjalanan itu,” kata Mark. Selama di perjalanan, Mark mengaku melewati wilayah dengan suhu di bawah nol dan asap tebal akibat kebakaran hutan di Amerika Utara. Dia mengalami jatuh sebanyak dua kali.

Salah satunya terjadi di Rusia. Dia bahkan harus mendapat perawatan darurat dari timnya. Selain itu, semuanya berjalan sesuai dengan harapan. Menurut Mark, komposisi magis yang diperlukan untuk melewati tantangan ini adalah kemampuan untuk bersabar dan tabah terhadap penderitaan. Secara fisik Mark tentu mengalami kesakitan. Namun, dia tidak mengalami cedera. Mark akan menjalani istirahat yang cukup panjang sampai tubuhnya kembali pulih seperti sedia kala.

MUH SHAMIL